warga-hadang-wartawan-peliput-villa-di-tnghsBogor, 13/3 (Antara) - Pertemuan antara perwakilan Kementerian Kehutanan dengan para pemilik villa di kawasan Taman Nasional Halimun Salak (TNGHS) Blok Lokapurna, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diwarnai penghadang para warga setempat, Rabu.
Pertemuan dalam rangka sosialisasi penertiban villa-villa dikawasan tersebut, rencananya akan diliput oleh sejumlah wartawan televisi nasional dan media lokal batal dilakukan.
Namun wartawan batal meliput karena dihadang dan diancam oleh warga yang bringas dan kasar.
Menurut informasi di lapangan, kemarahan warga kepada wartawan dipicu oleh pernyataan dari salah seorang pemilik villa.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor veteran, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menuding salah satu media
yang memberitakan keberadaan villa di Gunung Salak, dianggap tendensius.
Dirinya tidak menerima dirinya diberitakan telah menguasai tanah secara haram.
Berdasarkan penyataan tersebut, warga langsung emosi, dan saat bersamaan sejumlah wartawan yang hendak meliput pertemuan menjadi sasaran kebringasan warga.
"Kami diancam akan dibunuh dan diteriakin perkataan yang tidak senonoh," kata Djuanda salah satu wartawan televisi nasional.
Kemarahan warga tidak hanya mengeluarkan perkataan kotor, warga juga nyaris mengeroyok wartawan televisi lainnya.
Beruntung sejumlah wartawan yang melihat warga beringas mencoba menyelamatkan diri meninggalkan lokasi.
Sementara itu, menurut salah satu perwakilan pemilik villa, Uyung, dirinya membantah kalau warganya telah melakukan penyerangan terhadap wartawan.
Menurut dia, warga yang melakukan penyerangan merupakan orang suruhan dari pihak luar.
"Itu bukan warga disini, tapi orang yang disusupkan agar pertemuan batal," kata Uyung.
Uyung menambahkan, keberadaan wartawan adalah merupakan permintaan pihaknya untuk meliput pertemuan mengenai pembongkaran villa.
Laily R
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.