Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membentuk Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu (GSK-BB) untuk mewujudkan sinergisitas dalam pengelolaan cagar biosfer tersebut.
"Pemprov Riau dengan dukungan Program International Tropical Timber Organization (ITTO) membentuk Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 765/VIII/2025," kata Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau M Job Kurniawan di Pekanbaru, Kamis
Forum ini, kata dia, mempunyai tugas untuk mewujudkan sinergisitas pengelolaan cagar biosfer sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan seluruh instansi pemerintah dan pemangku kepentingan melalui koordinasi dan komunikasi.
"Forum ini berperan dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan rencana pengelolaan cagar biosfer yang mencakup kawasan inti, penyangga dan transisi, berupa konservasi lanskap alami dan kawasan budidaya," ujarnya.
Dalam perkembangannya sejak ditetapkan sebagai cagar biosfer pada tahun 2009, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) telah mengalami perubahan. Berdasarkan Laporan International Coordinating Council of The Man and Biosphere Program Tahun 2023, populasi manusia di kawasan cagar biosfer telah meningkat cukup pesat akibat pengembangan hutan tanaman industri dan industri kelapa sawit di zona penyangga dan zona transisi.
"Jumlah penduduk saat ini mencapai 120.904 jiwa, meningkat signifikan dibandingkan angka sebelumnya sekitar 40.000 jiwa pada saat tinjauan berkala pertama. Di mana sumber pendapatan utama masyarakat berasal dari pertanian karet, kelapa sawit, dan padi," katanya.
