Jakarta (ANTARA) - Elliot J. Baskin, seorang rabi Yahudi dari Asosiasi Rabi di Temple Emanuel, Denver, Colorado, AS, meminta Israel untuk segera menghentikan perang di Gaza, di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi di daerah kantong Palestina tersebut.

"Sebagai seorang Rabi, saya sangat prihatin atas hilangnya nyawa, dan kelaparan di Gaza. Ini adalah masa yang sungguh tidak masuk akal karena harus melihat dahsyatnya perang," kata Elliot dalam paparannya pada konferensi pers daring FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia), Selasa.

Elliot mengatakan dirinya prihatin atas penderitaan dan bencana kelaparan yang dialami warga Gaza, dan juga para sandera Israel yang ditawan oleh Hamas.

Dia menilai krisis kemanusiaan tersebut tidak adil secara teologis, karena menurut tradisi Yahudi, semua manusia pada dasarnya diciptakan bersama Selim Elohim (satu Tuhan).

Oleh karena itu, setiap orang, kata dia, hendaknya melihat sisi Ilahi dalam diri satu sama lain. "Membunuh suatu bangsa adalah dosa yang sesungguhnya terhadap kemanusiaan," katanya.

Untuk itu, melalui surat permohonan berjudul "Abrahamic Plea to Israel," dia bersama dua pemimpin agama lain dari Islam dan Kristen, meminta Israel untuk segera mengakhiri perang di Jalur Gaza, Palestina. "Kami memohon dengan pernyataan ini agar perang segera diakhiri," katanya.

 


 



Pewarta: Katriana
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026