Jakarta (ANTARA) - Musik rock Indonesia kembali menggeliat. Grup band rock Lawang Pitu seperti menjadi membuka gerbang musik rock Indonesia saat sukses menggelar konser eksklusif bertajuk “Intimate Concert Collaboration With Legend Rock” di Lidah Lokal, Artotel, kawasan GBK Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu malam (19/7).
Acara yang tak hanya menampilkan aksi panggung yang memukau, tapi juga menjadi momen peluncuran dua video musik terbaru mereka berjudul “Anugerah Harmoni” dan “Pengkhianat”, yang merupakan penutup dari album perdana Lawang Pitu yang dibintangi model dan basis Audre.
Tak tanggung-tanggung, dalam konser dan dua video musik, Lawang Pitu menggandeng sederet legenda rock Indonesia seperti Eet Sjahranie (Edane), John Paul Ivan (Boomerang), Edwin (Cokelat), Irang Arkad, Windy Saraswati, dan Audra, musisi muda berbakat dari generasi Gen Z.
Konser yang digagas ACC Production ini sukses menghadirkan suasana intimate namun berenergi tinggi. Para legenda dan musisi lintas generasi tampil bergantian, membawakan lagu-lagu kolaborasi yang menghidupkan kembali semangat rock Tanah Air.
Asisi Basuki, bassist, produser sekaligus otak di balik Lawang Pitu, mengungkapkan bahwa peluncuran dua video klip malam itu merupakan bagian dari strategi kreatif untuk memperkenalkan karya mereka ke khalayak yang lebih luas.
“Lagu ‘Anugerah Harmoni’ dan ‘Pengkhianat’ kami luncurkan malam ini sebagai penutup album pertama. Tapi tidak hanya itu, kami sengaja menghadirkan para legenda rock sebagai bentuk penghormatan dan juga kolaborasi lintas generasi,” ujar Asisi.
Ia juga memperkenalkan model Audra yang juga sebagai musisi muda yang turut tampil memukau di lagu “Kau Pikir Kaulah Segalanya” milik Edane. "Dengan menghadirkan Audra dari kalangan Gen Z, kami ingin memperlihatkan bahwa musik rock tidak mati justru sedang mengalami regenerasi.” tambah Asisi semangat.
Audra sendiri mengaku sangat senang lantaran tampil bersama sederet bintang rock yang selama ini ia kagumi. "Wah ngga kebayang rasanya bisa main ama para Legendaris Indonesia. Apalagi ada pencipta lagu Kau Pikir Kaulah Segalanya , Om Trison dan Om Eet Sjahranie. Bahagia banget deh," ungkap Audre.
"Saya disini tampil dalam 2 video klip Lawang Pitu, lagu Ditikam Badai dan lagu Anugerah Harmoni. Ini pengalaman yang luar biasa bagu saya sepanjang karir bermusik dan sebagai model," terang Audra yang juga jago main bass ini.
Sementara ituD Vokalis utama Lawang Pitu, Trison Manurung yang juga dikenal sebagai mantan vokalis Roxx dan Edane menyampaikan bahwa proyek ini adalah bukti bahwa musik rock masih memiliki ruang besar di hati pendengar Indonesia. "Kolaborasi dengan Eet Sjahranie di lagu ‘Pengkhianat’ bukan hanya soal chemistry musikal, tapi soal kekuatan pesan dan energi,” kata Trison.
Ia menjelaskan, lagu “Pengkhianat” adalah kritik tajam terhadap penyalahgunaan kepercayaan publik oleh para pejabat, sedangkan “Anugerah Harmoni” mengangkat isu toleransi dan keberagaman di Indonesia. "Kami ingin sampaikan bahwa musik rock bukan hanya soal distorsi dan riff cepat, tapi juga bisa menjadi media perlawanan dan penyampaian pesan moral.”
Dalam perilisan dua video, Lawang Pitu menggebrak panggung dengan sejumlah lagu andalan seperti “Dagelan”, “Ditikam Badai”, dan tentu saja dua lagu utama malam itu: “Anugerah Harmoni” dan “Pengkhianat”. Tak ketinggalan, mereka juga membawakan beberapa lagu klasik Metallica seperti “One” dan “Master of Puppets”.
Aksi panggung semakin panas saat Eet Sjahranie membawakan lagu-lagu ikonik seperti “Ikuti”, “Kau Pikir Kaulah Segalanya”, hingga “Kehidupan” milik God Bless. Penampilan dari John Paul Ivan, Edwin, Irang Arkad, dan Windy Saraswati juga turut mengguncang suasana dengan karakter rock yang kuat.
Menurut Budi Ace dari ACC Artist Management, konser ini tak hanya menjadi ajang peluncuran video musik, tapi juga simbol persatuan musisi rock Indonesia yang sempat terpecah karena tren digital dan genre baru. "Kami ingin musik rock kembali berjaya. Dengan mempertemukan para legenda dan musisi muda, kami berharap semangat rock Indonesia menyala kembali,” ujar Budi.
Konser ditutup dengan penampilan kolaboratif seluruh musisi membawakan lagu “Enter Sandman” dari Metallica. Sorakan dan nyanyian penonton menjadi bukti bahwa rock belum mati ia hanya menunggu momen untuk bangkit.
“Awalnya kita hanya ingin launching video klip ‘Pengkhianat’ dan ‘Anugerah Harmoni’. Tapi sekalian saja kami ajak para legenda agar acaranya lebih hidup dan keren,” pungkas Asisi Basuki.
Rilis dua video musik, Lawang Pitu gaet Eet Sjahranie, Edwin Cokelat & John Paul Ivan
Selasa, 22 Juli 2025 17:33 WIB
Lawang Pitu gaet Eet Sjahranie, Edwin Cokelat & John Paul Ivan. ANTARA/dok pribadi.
