Medan (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pengelolaan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi diperlukan harmoni dengan ilmu pengetahuan, diperkaya oleh narasi, dan digerakkan oleh inovasi.
"Forum ini sangat penting untuk ruang dimana ide tumbuh menjadi aksi," ujar Menpar Widiyanti sebelum membuka Konferensi Internasional Pertama Destinasi Geowisata Kaldera Toba Unesco (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) Global Geopark 2025, di Hotel Khas Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa.
Status geopark atau taman bumi, ujar Menpar, bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga sebagai peluang membuka ruang untuk pembelajaran. "Kemudian, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan," ujar Widiyanti.
Menpar mengatakan, melalui kegiatan konferensi ini akan berlangsung forum-forum berikutnya, sehingga menjadi pusat ilmu pengetahuan.
Sedangkan untuk mewujudkan visi besar ini, kata dia lagi, tidak cukup dengan kekaguman semata, tetapi harus dikelola dengan kesadaran dan arah yang jelas.
"Unesco telah memberikan panduan melalui tiga pilar utama geopark global, yaitu perlindungan, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan," katanya pula.
Baca juga: Gubernur Sumut ajak tujuh kepala daerah untuk samakan tekad kelola Danau Toba
Baca juga: Pemprov Sumut yakini jumlah wisman akan meningkat tahun ini
Baca juga: Pemerintah benahi pengelolaan dan fasilitas pendukung Geopark Kaldera Toba Sumut
