Kabupaten Bogor (ANTARA) - Wilayah Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, mengingat wilayah ini merupakan yang terluas di Jawa Barat (Jabar), sekaligus memiliki jumlah peserta didik terbanyak di Indonesia, mencapai hampir satu juta siswa.
“Kami siap menyukseskan Program MBG baik dari sisi anggaran maupun infrastruktur. Ini adalah program yang sangat baik untuk masa depan generasi kita,” kata Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam keterangannya di Cibinong, Kamis.
Penetapan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja perdana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ke Kabupaten Bogor yang diterima langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati, Cibinong, pada Rabu (2/7).
Baca juga: IPB mendirikan pusat riset unggulan Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menginventarisasi sejumlah aset milik daerah yang dapat dioptimalkan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain bekas kantor kecamatan, puskesmas, dan aset gedung lainnya.
Pihaknya tidak ingin setengah-setengah dalam mendukung pemenuhan gizi bagi generasi muda di Kabupaten Bogor. “Kami ingin satu juta siswa di Kabupaten Bogor benar-benar merasakan manfaat dari Program MBG ini. Gizi mereka harus terjamin,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BGN Dadan Hindayana mengapresiasi kesiapan dan komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung pelaksanaan MBG. Ia mendorong percepatan penyediaan SPPG agar target Program MBG bisa segera terealisasi di daerah tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo kembali tinjau MBG secara mendadak di dua SD dan satu dapur di Kota Bogor
Baca juga: Ketua DPRD Bogor yakini program MBG akan sejahterakan peternak
“Mari kita sukseskan bersama. Kabupaten Bogor menjadi prioritas dan saya yakin dengan sinergi yang baik, target SPPG dapat tercapai,” ujar Dadan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta Staf Khusus Kepala BGN Ricolah Fedri.
