Mapag-Mulud-Pertama-Digagas-Umat-Islam-BogorBogor, 13/1 (ANTARA) - Kegiatan "Mapag Mulud" atau napak tilas menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriah/2013 yang pertama, digagas dengan melibatkan umat Islam Bogor dari lintas elemen.
Humas Panitia, Ustad Turmudi Hudri di Bogor, Minggu menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/1) malam itu diselenggarakan bersama oleh berbagai unsur, mulai dari pondok pesantren, organisasi massa Islam, dewan kesejahteraan masjid dan lainnya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang disebutk "Gerakan Mahabbaturrosul" Kota Bogor itu diprakarsai bersama oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor, Majelis Talim Al Mahabbah, Yayasan Isalmic Center Al-Ghazaly, Pesantren Nurul Fatah Empang, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU-IPB), Putra Jagat Pasundan, dan DKM At-Thohiriyyah Empang.
"Mapag Mulud" itu diawali dari Lapangan Sempur pada pukul 19.00 WIB, di mana ratusan peserta yang berasal dari berbagai pesantren, DKM dan ormas Islam tersebut mulai berkumpul.
Sambil mengumandangkan shalawat Nabi Muhammad SAW para peserta berjalan kaki secara perlahan dengan menyisiri rute Jalan Jalak Harupat, Jalan Juanda, Jalan Tanjakan Empang, dan berakhir di Masjid At-Thohiriyyah Empang.
Bahkan, sebanyak 100 "Biker" dari Maung Bogor Riders Team (Mabort) menyatu dengan ratusan jamaah yang umumnya menggunakan sarung, berbaju koko dan berpeci.
Rombongan "Biker" berada di garis terdepan arak-arakan "Mapag Mulud".
Arak-arakan "Biker" itu dipandu sebuah Moge Harley Davidson yang dilengkapi dengan musik shalawat, yang dikemudikan Bambang Mabort dengan membonceng Habib Hasan bin Abdul Qadir Al-Attas Empang.
Tidak ketinggalan mobil dan motor Patwal Polresta Bogor juga ambil bagian memimpin dan mengamankan jalannya kegiatan tersebut.
"Ini merupakan kegiatan perdana di Indonesia dalam menyambut kedatangan bulan Maulid Nabi yang dilakukan dengan cara 'mapag' atau berjalan kaki di jalan protokol pusat kota sambil membawa obor dan bersahlawat," kata Ustad Turmudi Hudri.
Syiar
Tujuannya, kata dia, tidak lain sebagai syiar, agar masyarakat semakin mencintai Rasulullah Muhammad SAW dan mengamalkan ajarannya sepenuh hati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Gagasan "Mapag Mulud", kata dia, dicetuskan oleh Habib Lutfhi Bin Yahya Pekalongan, Rais Am Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Kegiatan ini sebagai ide Habib Lutfhi bin Yahya. Kami sangat antusias melaksanakannya," katanya.
Habib Hasan bin Abdul Qadir Al-Attas selaku salah seorang inisiator kegiatan mengemukakan, "Mapag Mulud" dilaksanakan secara spontan sebagai ekspresi kecintaan tulus pada Nabi Muhammad SAW.
"Kegiatan ini sifatnya spontan dan dilakukan dengan modal masing-masing jamaah. Tidak ada panitia, apalagi penggalangan dana," katanya.
Kendati dilakukan secara spontan, Habib Hasan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kesan mendalam dan pesan efektif bagi warga Kota Bogor, agar lebih meningkatkan kecintaannya kepada Rasulullah.
Kecintaan, katanya, diwujudkan dengan cara memperbanyak shalawat dan menjalankan sepenuh hati semua yang diajarkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Dr Ifan Haryanto MSc, salah seorang jamaah yang mengikuti "Mapag Mulud" menyambut positif kegiatan yang diprakarsai sejumlah organisasi Islam, pesantren dan majelis dzikir tersebut.
"Kegiatan perdana ini sebagai wujud ketulusan dan kedalaman cinta warga Kota Bogor terhadap sosok Rasulullah Muhammad SAW," kata doktor alumni IPB yang juga mantan Sekretaris Tanfidziah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Inggris Raya itu.
Laily R
: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.