Bandarlampung (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia Moskow berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Novosibirsk dan Kota St.Petersburg di negeri beruang merah itu, merayakan 75 tahun pembukaan hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Federasi Rusia.
Dalam siaran pers KBRI Moskow diterima di Bandarlampung, Rabu, (12/2) malam, menyebutkan, perayaan di Novosibirsk yang berjarak 3.300 Km tenggara Moskow, digelar melalui pembukaan pameran “Kalung Khatulistiwa” di Museum Seni Negeri Novosibirsk pada 30 Januari 2025 yang dihadiri Dubes RI Jose Tavares, Wakil Gubernur, Menteri Kebudayaan Novosibirsk, Direktur Museum, dan lebih 200 pengunjung, umumnya kalangan muda.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Museum dan khususnya seniman Vladimir Anisimov atas prakarsa pameran yang didedikasikan bagi perayaan HUT ke-75 hubungan diplomatik Indonesia – Rusia. Kontribusi Pak Anisimov dalam mempromosikan keindahan Indonesia melalui obyek lukisan dan benda-seni Indonesia lainnya kiranya semakin meningkatkan pemahaman warga Rusia terhadap Indonesia,” ujar Dubes Jose Tavares dalam sambutannya.
Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia juga menyelenggarakan pameran foto dalam rangka memperingati 75 tahun pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan Federasi Rusia, Senin, 3 Februari 2025.
Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia menyelenggarakan pameran foto dalam rangka untuk memperingati 75 tahun pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan Federasi Rusia pada Senin, 3 Februari 2025 di gedung Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia.
Acara dibuka dengan sambutan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov dan dilanjutkan dengan sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Asia III Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, para mantan Duta Besar Federasi Rusia di Jakarta, Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Moskow dan kalangan diplomatik, akademisi, pengusaha, perwakilan mahasiswa Indonesia di Rusia serta media massa.
Antara kurun tahun 2000 – 2020 seniman Vladimir Anisimov memimpin sejumlah seniman Rusia yang tergabung dalam Biro Ekspedisi Seni memotret keindahan alam dan masyarakat berbagai pulau di Indonesia. Lebih 200 lukisan, sketsa, porselen, gerabah, koleksi wayang klitik, hingga perahu kayu dipamerkan di museum hingga 2 Maret 2025. Pameran "Kalung Khatulistiwa" di Novosibrisk merupakan bagian dari pameran keliling ke 20 kota Rusia di wilayah Ural, Siberia dan Timur Jauh Rusia.
Sementara, puncak perayaan di Moskow berlangsung pada 3 Februari 2025 melalui pameran foto diplomatik yang dibuka Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Dubes RI Jose Tavares serta dihadiri Direktur Asia III Kemlu Rusia, para mantan Dubes Rusia di Indonesia, para Kepala Perwakilan dan diplomat negara-negara ASEAN, akademisi, pengusaha, Indonesianis, dan media massa.
“Uni Soviet aktif memberikan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah dan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Kami berharap koleksi arsip foto yang dipamerkan di sini akan terus bertambah dengan foto-foto baru pertemuan para pemimpin,” tutur Menlu Lavrov.
Dubes Jose Tavares dalam sambutannya menyampaikan perlunya Indonesia dan Rusia menjalin kerja sama yang lebih erat terlebih kini Indonesia telah bergabung dalam BRICS.
“Kami berterima kasih kepada Rusia selaku ketua BRICS tahun 2024 atas dukungan bagi penerimaan Indonesia dalam BRICS dan tentunya kepada seluruh anggota BRICS yang secara konsensus telah menerima Indonesia sebagai anggota penuh BRICS tahun 2025 ini. Sebagai anggota BRICS, Indonesia akan menjembatani kepentingan negara-negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik,” ujar Dubes Tavares.
Usai bersulang bagi persahabatan dan kerjasama bilateral yang semakin erat, Menlu Sergey Lavrov, Dubes Jose Tavares dan seluruh hadirin meninjau koleksi arsip foto hubungan diplomatik kedua negara, di antaranya foto exchange of diplomatic telegram Menlu Uni Soviet dan Menlu RIS tertanggal 29 Januari dan 3 Februari 1950, foto pelantikan Dubes RI dan Uni Soviet, kunjungan Presiden Soekarno ke Moskow, foto Presiden Vladimir Putin dengan Presiden Megawati Sukarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo dan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kemeriahan HUT ke-75 hubungan diplomatik juga berlangsung di Exhibition Center Gostiny Dvor, di dekat Lapangan Merah, Moskow pada 4 Februari 2025 melalui kolaborasi seni budaya Indonesia dan Rusia yang diorganisir KBRI Moskow, Russian Association for International Cooperation (RAIC), dan Friendship Society with Indonesia (FSWI). Sebanyak 300 pengunjung, termasuk Direktur Asia III Kemlu Rusia dan jajaran, Sekjen RAIC, Ketua FSWI, mahasiswa, friends of Indonesia, memenuhi amphiteater Gostiniy Dvor.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wamenlu Rusia Andrey Rudenko yang dibacakan Direktur Asia III Kemlu Rusia Dubes Lyudmila Vorobyova, disusul sambutan Dubes RI Jose Tavares, Dubes Rusia Sergey Tolchenov (video), Sekjen RAIC Vladimir Polozhkov, mantan Dubes Srilanka Saman Werasinghe, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Rusia (PPIR) Suryo Susilo (video), dan Ketua FSWI Ruslan Bayramov. Seluruh pejabat menyampaikan selamat HUT ke-75 dan berharap peningkatan persahabatan dan kerja sama Indonesia dan Rusia yang semakin erat ke depannya.
Momentum perayaan hubungan diplomatik ditandai dengan penandatanganan memorable photo oleh Dubes RI, Direktur Asia III, Sekjen RAIC dan Ketua FSWI.

Sedangkan di Saint Petersburg, Wakil Kepala Perwakilan RI Berlian Helmy mewakili Dubes RI hadir dalam pameran foto wisata “Beragam Wajah Indonesia" yang digelar KBRI Moskow bersama Pemkot St. Petersburg dan otoritas bandara Pulkovo, Selasa (4/2/2025). Selain dalam rangka momentum 75 tahun hubungan diplomatik, acara ini bertujuan mempromosikan keindahan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Rusia.
Dalam pameran ditampilkan 15 foto destinasi wisata unggulan dari Sabang hingga Merauke, termasuk lima destinasi super prioritas Indonesia, yakni Danau Toba (Sumut), Candi Borobudur (Jateng), Mandalika (NTB), Labuan Baju (NTT) dan Likupang (Sulut). Pameran akan berlangsung hingga 16 Februari 2025.
Selain pameran foto, juga berlangsung diskusi yang dihadiri 100 hadirin dari kalangan pemerintah, akademisi, tour operator, pebisnis pariwisata, media, dan mahasiswa. Dubes RI Jose Tavares dan Dubes Rusia Sergei Tolchionov memberikan paparan secara daring, dari pemkot St. Petersburg diwakili Wakil Komite Hubungan Ekternal St. Petersburg, Vyacheslav Kalganov, dan Wakil Ketua Komite Pengembangan Pariwisata St. Petersburg, Nana Gvichiya.
“Saya mengapresiasi kerja sama erat di berbagai bidang yang telah terbangun selama 75 tahun antara kedua negara kita dan berharap ke depannya kita terus perkuat komitmen bagi peningkatan persahabatan dan kerja sama Indonesia dan Rusia yang berlandaskan prinsip persahabatan, saling menghargai, saling percaya dan saling menguntungkan,'' ujar Dubes RI Moskow.
“Kerja sama kedua negara, khususnya sektor pariwisata termasuk dengan Kota St. Petersburg, penting untuk ditingkatkan,” ujar Berlian Helmy, DCM Moskow. “Pariwisata menjadi jembatan penting hubungan bilateral kita. Peningkatan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia menunjukkan ketertarikan yang besar warga Rusia terhadap keindahan alam dan budaya Indonesia. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dan mempererat hubungan Indonesia dan St. Petersburg,” pungkasnya.
Sejalan dengan itu, Vyacheslav G. Kalganov, Wakil Ketua Komite Hubungan Eksternal St. Petersburg, menekankan Indonesia sebagai mitra penting St. Petersburg memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisatanya dan berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata untuk saling berkolaborasi.
Dalam beberapa tahun terakhir angka kunjungan warga Rusia ke Indonesia terus meningkat, terlebih dengan adanya penerbangan langsung Aeroflot dari Moskow ke Denpasar. Pada tahun 2024 sebanyak 180 ribu wisatawan Rusia mengunjungi Indonesia, dan melihat trend peningkatan yang ada, tidak tertutup kemungkinan pembukaan penerbangan langsung St. Petersburg ke Indonesia.
Rangkaian perayaan HUT 75 hubungan diplomatik Indonesia - Rusia selama tahun 2025 ini masih akan diisi berbagai kegiatan lain oleh KBRI Moskow maupun berbagai pemangku kepentingan terkait, misalnya penerbitan novel Indonesia dalam bahasa Rusia, pagelaran wayang dan gamelan oleh grup Dadali binaan KBRI Moskow, seminar prospek Indonesia dalam BRICS oleh PPIR, maupun kegiatan yang diselenggarakan bersama mahasiswa dan diaspora Indonesia di Rusia.
Hubungan diplomatik Rusia-Indonesia terjalin tepat 75 tahun yang lalu – pada tanggal 3 Februari 1950. Sejak awal, kontak antar negara kita ditandai dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, saling menghormati dan pengertian. Lambat laun, hal itu berubah menjadi ikatan persahabatan yang kuat antara banyak generasi warga kedua negara. Uni Soviet memberikan dukungan politik terhadap perjuangan kemerdekaan Rakyat Indonesia, termasuk negara pertama yang mengakui Indonesia sebagai negara merdeka dan turut andil dalam berdirinya negara tersebut.
Rumah Sakit Druzhba, sebuah stadion – yang mirip dengan Luzhniki di Moskow, serta banyak jalan dan persimpangan transportasi dibangun di Jakarta dan wilayah lain di nusantara oleh spesialis Soviet. Benda-benda ini menjadi simbol kerja sama Soviet-Indonesia yang bermanfaat. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa ketika saya mengunjungi Indonesia, saya mengamati bahwa teman-teman Indonesia masih dengan bangga dan penuh syukur melestarikan benda-benda ini dan secara aktif memanfaatkannya.
Hubungan saling percaya berkembang pada tahun 1960-an antara N.S. Khrushchev dan Presiden pertama Indonesia A. Sukarno yang mengunjungi Uni Soviet sebanyak empat kali. Saat ini Anda dapat melihat foto-foto arsip yang mengabadikan peristiwa-peristiwa utama pada tahun-tahun itu.
Rusia menganggap Indonesia sebagai kekuatan yang berpengaruh, salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Hubungan kami bersifat strategis. Komponen kesuksesan yang paling penting adalah dialog politik yang aktif di tingkat tertinggi. Kami memberikan perhatian prioritas pada implementasi perjanjian yang dicapai selama pembicaraan antara Presiden Federasi Rusia V.V. Putin dan Presiden RI P. Subianto di Kremlin pada Juli 2024. Kami berharap arsip kami segera terisi kembali dengan foto-foto pertemuan baru para pemimpin. Kami akan bekerja secara aktif dalam hal ini.
Kami menghargai kontak dan hubungan antarparlemen yang stabil antara berbagai departemen di pemerintah Rusia dan Indonesia.
Banyak perhatian diberikan pada kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Saling memanggil kapal ke pelabuhan masing-masing memainkan peran penting. Peristiwa yang mencolok adalah latihan angkatan laut Rusia-Indonesia pertama "ORRUDA-2024" di Laut Jawa pada tahun 2024. Kerjasama dalam isu keamanan informasi internasional dan keamanan siber telah terjalin. Sekarang ini adalah salah satu bidang yang paling mendesak, yang sangat bergantung pada kedaulatan setiap negara.
Kerjasama kemanusiaan secara tradisional bergerak maju secara intensif. Saat ini, lebih dari 500 orang Indonesia sedang belajar di universitas-universitas Rusia. Sebaliknya, masyarakat Rusia sangat menjunjung tinggi keramahtamahan Indonesia, keunikan budaya, dan keeksotisan alam nusantara. Untuk meningkatkan kerja sama kita, termasuk ke seluruh wilayah Indonesia yang luas, Konsulat Jenderal Federasi Rusia akan segera mulai beroperasi di Denpasar (Bali).
Di bidang kebijakan luar negeri, terutama di PBB, dan di forum internasional lainnya, dalam format kemitraan dialog Rusia-ASEAN. Kini daftar tempat-tempat tersebut telah dilengkapi dengan asosiasi paling otoritatif di dunia saat ini, yaitu asosiasi BRICS yang baru dan berkembang pesat. Sejak 1 Januari tahun ini, Indonesia telah menjadi peserta penuh. Hal ini secara signifikan akan memperluas peluang Jakarta untuk mengembangkan kerja sama internasional. Pada saat yang sama, hal ini akan secara signifikan meningkatkan status dan reputasi BRICS dalam sistem dunia sebagai ekspresi suara sejati negara-negara Selatan, sebagai negara Muslim terbesar.
Festival Erenias
Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta bersama Universitas Indonesia (UI) menggelar Festival Erenias dalam rangka 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia di Kampus UI.
"Saya yakin kita memiliki banyak sekali pencapaian dalam hubungan bilateral dan ini ditegaskan saat pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan (saat itu) Prabowo Subianto di Moskow pada Juli," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam pidatonya di festival tersebut di Jakarta, Selasa (11/2).Dubes mengaku senang dengan kemitraan ekonomi Indonesia-Rusia yang terjalin dengan baik, di mana Rusia adalah salah satu pemasok utama gandum, biji-bijian, minyak dan pelumas ke Indonesia, dan Indonesia masih menjadi pemasok utama minyak sawit ke Rusia.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia-Rusia memiliki mekanisme koordinasi dalam hubungan bilateral, yakni komisi bersama untuk perdagangan, perdagangan ekonomi teknis, dan kerja sama teknis.
"Saya harap pertemuan khusus komisi bersama ini bisa dilaksanakan di Jakarta pada April. Tidak hanya membahas cara mempromosikan perdagangan dan investasi, namun juga dialog bisnis dan bahkan acara budaya," ucapnya.
Dubes berharap agar di tahun mendatang Indonesia-Rusia dapat memiliki lebih banyak tonggak kerja sama bilateral yang terkait dengan sejarah kedua negara. "Mungkin pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dibangun di sini di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI Bondan Kanumoyoso mengatakan Festival Erenias merupakan kesempatan yang luar biasa untuk membenamkan diri dalam keindahan keragaman budaya.
Melalui diskusi, pertunjukan, dan pameran budaya yang bermakna diharapkan acara tersebut dapat memperkaya pengetahuan sekaligus berkontribusi pada tujuan yang lebih besar, yaitu promosi diplomasi budaya dan persahabatan internasional.
"Komitmen Kedubes untuk membina hubungan Indonesia-Rusia benar-benar terpuji. Mari kita manfaatkan momen ini untuk merayakan persatuan dan keberagaman, untuk saling belajar dan untuk membangun hubungan yang langgeng," katanya.
Festival Erenias yang berlangsung pada 11-12 Februari itu menyuguhkan beragam kebudayaan, mulai dari stand pakaian, makanan dan juga cenderamata khas Rusia.
Berbagai foto bersejarah dari para tokoh terkemuka Indonesia dan Rusia turut dipamerkan dalam kegiatan yang digelar secara gratis tersebut.
Baca juga: Zelenskyy siap bertemu Putin
Baca juga: Donald Trump sebut sedang persiapkan pertemuan dengan Putin