Kamis, 19 Oktober 2017

Di Balik Sosok Peneliti Nanomagnetit dari Departemen Kimia IPB

id Dr. Deden Saprudin, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA Institut Pertanian Bogor IPB. Workshop on Asian Ffield Science Network
Di Balik Sosok Peneliti Nanomagnetit dari Departemen Kimia IPB
Dosen Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Deden Saprudin, M.Si. (Jurnalis IPB).
Pada tahun 2013, ia pernah mengikuti pertemuan ECS yang diselenggarakan di Kanada yang membahas tentang nanomagnetit.
Bogor (Antara Megapolitan) - Dr. Deden Saprudin, M.Si merupakan dosen Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Mulanya menjadi dosen ialah karena pada masa itu, di tahun 1994, Departemen Kimia IPB masih sangat baru, sehingga ia memutuskan untuk mengabdikan diri di sana dengan berkonsentrasi pada bidang kimia analitik.

Dikatakannya, kimia analitik itu sangat penting karena berkaitan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif.

Dari situ dapat digunakan untuk mengembangkan alat atau suatu metode guna mengetahui atau mendeteksi unsur dalam senyawa.

Sejak lulus S3 pada tahun 2012, ia mulai menekuni bidang nanomagnetit.

Nanomagnetit memiliki banyak manfaat, seperti di bidang pertanian, salah satunya ialah dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas hasil tanaman pertanian. Karena nanomagnetit ini memiliki fungsi seperti hormon pertumbuhan.

''Saat ini memang nanomagnetit ini baru diujicobakan pada tanaman yang masih berkecambah. Namun, ke depan aplikasinya akan semakin meluas, yakni ke berbagai jenis tanaman dewasa,'' imbuhnya.

Sebelum akhirnya menjadi dosen di IPB, perjalanan hidup Dr. Deden ini patut untuk diteladani.

Setelah lulus SMA, ia bekerja sementara di Industri Kain Ban sekira satu bulan sambil menunggu pengumuman lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Modal awalnya hingga bisa menuntaskan pendidikan S1 di PTN ialah uang sebesar Rp 200 ribu yang diberikan oleh kakeknya.

Pada waktu itu, orang tuanya hanya mampu membiayai hingga bangku SMA, sehingga selama perkuliahan S1, ia aktif mengajar di bimbingan belajar untuk menyokong kebutuhan sehari-harinya.

Seusai lulus S1, dia mengabdikan diri di Departemen Kimia IPB juga sambil mengajar di bimbingan belajar.

Penerima beasiswa Program Pascasarjana (PPS) ini berpesan 'Jadilah insan kamil yang bermanfaat bagi orang lain'.

Tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang baik, tetapi juga memiliki bekal ruhiyah yang cukup dan dapat menghidupi diri sendiri maupun orang lain.

Selain menjadi dosen yang aktif memberikan ilmu kepada mahasiswa, Sekretaris Departemen Kimia IPB ini juga pernah menjadi anggota Himpunan Kimia Indonesia (HKI) cabang Jawa Barat pada tahun 2002-2007.

Saat ini ia juga aktif sebagai pengurus HKI Pusat di bagian riset dan inovasi, serta anggota Electro Chemical Society (ECS).
Aktivitas lain yang ia geluti di antaranya melatih peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia tingkat SMA dan mengadakan pelatihan instrumentasi kepada guru-guru di Kota Bogor.

Pada tahun 2013, ia pernah mengikuti pertemuan ECS yang diselenggarakan di Kanada yang membahas tentang nanomagnetit.

Beberapa ajang internasional yang pernah diikuti ialah International Workshop on Asian Ffield Science Network di Kochi University pada tahun 2009 dan International Congress for Analytical Science (ICAS) di Kyoto pada tahun 2011.

Editor: Andi Firdaus

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga