satwa-endemik-tnggp-rawan-perburuan-liar

Sukabumi, 29/10 (ANTARA) - Satwa liar di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango rawan pemburuan liar, bahkan pemburu liar tersebut sudah berani mengancam pihak aktivis himpunan sukarelawan perlindungan satwa liar di TNGGP.

"TNGGP sangat rawan sekali perburuan satwa liar dan endemik karena nilai ekonominya yang sangat tinggi, bahkan sudah terjadi beberapa kasus percobaan peburuan liar terhadap hewan endemik di kedua gunung ini," kata aktivis Himpunan Sukarelawan TNGGP Volunteer Panthera, Ligar Sonagar kepada wartawan di Sukabumi, Senin.

Bahkan menurut Ligar, pihak aktivis yang secara sukalera menjaga habitat di taman nasional ini kerap mendapatkan ancaman dari pemburu liar yang ingin berburu satwa endemik. Ancaman yang dilontarkan oleh pemburu liar tersebut sampai menyangkut keselamatannya.

Namun, para aktivis ini tidak gentar dan tetap akan menyelamatkan satwa endemik yang ada di hutan ini seperti Suliri (monyet khas Jawa Barat), Owa Jawa, Elang, Trenggiling dan satwa lainnya.

"Kami sering diancam oleh para pemburu liar yang ingin masuk dan berburu di taman nasional, bahkan banyak warga yang memberitahu jika kami ini keberadaannya diancam oleh mereka (pemburu liar,red)," tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga kerap menemukan dan menjumpai para pemburu liar yang tengah berburu dan langsung dilaporkan kepada petugas Balai Besar TNGGP sehingga aksinya dapat dicegah. "Banyak sekali pemburu liar yang masuk ke taman nasional," kata Ligar.

Sementara, Pendiri Volunteer Panthera, Eng Yanto mengatakan, belum lama ini sudah ada beberapa kasus perburuan di sini, seperti seekor kancil yang ditemukan dalam keadaan lumpuh dan terdapat luka tembak di punggungnya.

Sebelumnya juga pernah ada seekor surili yang mengalami luka tembak. Kedua satwa dilindungi ini akhirnya tewas.

"Keberadaan pemburu liar memang sangat meresahkan, maka dari itu kami pun terus berkoordinasi dengan pertugas Balai Besar TNGGP untuk mencegah aksi tersebut, dan melakukan patroli keliling bersama petugas dan polisi hutan," kata Yanto.


Aditya

Ilustrasi : foto beritabogor.com
 




:

COPYRIGHT © ANTARA 2026