ipb-kukuhkan-tiga-guru-besarBogor, 28/10 (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menambah tiga guru besar dan pengukuhannya dilakukan bersamaan dengan Dies natalis ke-48 di Gedung Grawidia Wisuda Kampus Dramaga, Sabtu (29/10).
"Ketiga guru besar yang akan dikukuhkan itu merupakan srikandi IPB, jadi tiga profesor adalah dosen wanita. Mereka akan menyampaikan orasi ilmiahnya Sabtu besok di Kampus IPB Dramaga," kata Kepala Humas IPB Henny Windarti, dalam acara "coffee morning" pra orasi tiga guru besar di gedung PSP3, Kampus IPB Baranangsiang, Jumat.
Henny menuturkan, tiga guru besar yang akan dikukuhkan IPB, terdiri atas Prof Dr Ir Rina Oktaviana MS, Prof Dr drh Clara Meliyanti Kusharto, MSc dan Prof Dr Ir Ani Suryani, DEA.
Ani Suryani akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Rekayasa proses hasil pertanian dalam rangka diversifikasi fungsi produk dan peningkatan nilai tambah".
Prof Clara Meliyanti mengangkat masalah tantangan dan intervensi gizi pada keadaan krisis pangan global, sedangkan Prof Rina Oktoviana menyoroti krisis ekonomi global.
Menurut Henny, orasi ilmiah ketiga profesor baru IPB yang diselenggarakan bersamaan, merupakan tradisi baru yang dikembangkan IPB.
"Saat ini orasi ilmiah guru besar IPB selalu menyertakan tiga profesor," katanya.
Ia menjelaskan, kebijakan tentang penyelenggaraan acara pengukuhan guru besar baru dengan melibatkan tiga profesor sekaligus ini dimaksudkan untuk efisiensi dan peningkatan bobot orasi.
Selain itu, orasi ilmiah bersama ini juga memberikan nilai tambah lain bagi dunia akademik IPB, yakni adanya keragaman perspektif kajian ilmiah serta kebaruan yang ditemukan dari riset yang dilakukan, katanya.
Acara pengukuhan guru besar IPB akan diisi dengan serangkaian acara. Sebelum acara pengukuhan diawali dengan gerak jalan sehat yang diikuti seluruh civitas akademika.
Menurut Henny dengan pengukuhan tiga guru besar ini, jumlah guru besar di IPB bertambah. Saat ini jumlah guru besar IPB sebanyak 180 guru besar terdiri dari 30 guru besar emiritus dan 150 guru besar aktif.
Laily R
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.