longsor-di-sukabumi-satu-tewas
Sukabumi, 20/10 (ANTARA) - Seorang penambang pasir Mamat (45) tewas tertimbun tebing bermuatan tanah saat menambang pasir, di lokasi pertambangan pasir di Kampung Gudang Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu.

Informasi yang dihimpun dari petugas Polsek Cibadak dan TNI, kejadian tersebut berawal saat korban yang merupakan warga Kampung Kebon Kerep, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi  sedang menambang pasir bersama sekitar 10 orang rekannya.

Tiba-tiba tebing setinggi lima meter yang berada di atasnya longsor dan langsung menimbun korban.

Rekan korban yang melihat kejadian tersebut mencoba membantu dengan alat seadanya, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi untuk diotopsi.

"Kami masih menyelidiki kejadian tersebut, tetapi dari dugaan sementara longsor terjadi karena tebing setinggi lima meter tidak mampu menahan muatan tanah yang berada di atasnya sehingga menyebabkan longsor," kata petugas Polsek Cibadak, kepada wartawan, Rabu.

Kini jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka dan langsung dikuburkan tidak jauh dari rumah korban, namun untuk sementara, galian pasir milik warga tersebut ditutup sementara akibat terjadinya longsor yang menyebabkan satu orang tewas ini.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Perry A Furqon mengatakan, bahwa pihaknya sudah menugaskan petugasnya untuk menyelidiki kasus longsor tebing setinggi 5 meter tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban.

"Jasad korban sudah dievakuasi, dan kejadian longsor ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan BPBD," tambahnya.

Sebelumnya, longsor juga terjadi di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Kampung Batulayang, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, kejadian tersebut menyebabkan tiga orang penambang pasir tewas karena tertimbun tanah tebing setinggi empat meter.

Aditya


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026