pemkab-sukabumi-sidak-harga-sembako-di-pasaranSukabumi, 16/7 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melakukan inpeksi mendadak harga sembilan bahan pokok di pasaran.
Dari hasil sidak tersebut, harga sembako masih normal dan belum ada kenaikan harga yang signifikan, rata-rata kenaikannya hanya lima persen.
"Harga sembako dari hasil sidak ini masih normal dan belum ada kenaikan harga. Bahkan untuk harga beras sama sekali tidak ada fluktuasinya, karena Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil beras," kata Bupati Sukabumi, Sukmawijaya di sela-sela acara peresmian Pasar Semimodern Cicurug, Senin.
Menurut Sukmawijaya, masih normalnya harga sembako, karena aksi beli masyarakat tidak terlalu tinggi. Selain itu, persediaan sembako di pasaran mencukupi.
Pihaknya juga sudah menugaskan intansi terkait untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan sembako di pasar. Dari pantauan itu diketahui harga yang naik baru daging ayam dari Rp25 ribu/kg menjadi Rp29 ribu/kg. Kenaikan ini disebabkan tingginya permintaan menjelang Ramadhan, tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi,Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan mengatakan, kenaikan harga itu diperkirakan berkisar lima persen.
"Untuk mengantisipasi lonjakan harga, kami dalam waktu dekat ini akan melakukan bazar atau pasar murah, sebab operasi pasar murah belum bisa direalisasikan, karena kenaikan harga baru lima persen. Jika 10 persen bisa dilakukan OPM, dan dana dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk melakukan kegiatan tersebut direalisasikan," kata Agus.
Aditya
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.