Bogor, 14/7 (ANTARA) - Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Wiranto membuka Rapat Kerja Nasional organisasi Mathla'ul Anwar di Pusdiklat Kementerian Pertanian PPMKN Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Rakernas Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) yang dirangkai dengan peringatan milad Mathla’ul Anwar ke-96 tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 peserta utusan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dengan tiga misi yang diembannya yakni bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, Mathla’ul Anwar sangat relevan untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, kata Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasihat Mathla’ul Anwar tersebut.
“Pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dakwah untuk mengajak umat kepada kebaikan, sementara sosial adalah untuk keadilan. Jadi ketiga masalah itulah yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia dan harus terus dibantu diselesaikan oleh Mathla’ul Anwar," tambah Wiranto.
Menurut Ketua Umum Partai Hanura tersebut, Mathla’ul Anwar (MA) yang lahir jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan ormas keagamaan Islam yang juga setia terhadap Pancasila.
“Alhamdulillah, Mathla’ul Anwar tak pernah mempersoalkan keberadaan asas tunggal Pancasila. Karena Pancasila sejalan dengan garis dan pandangan Islam. Kemajemukan bangsa ini sangat direspon baik oleh MA dengan tidak pernah mempersoalkan asas tunggal”, jelas Wiranto.
Sementara itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam sambutan tertulisnya mengatakan, Mathla’ul Anwar merupakan organisasi yang sejak awal telah sepakat dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang final, karena sangat bersesuaian dengan cita dan kondisi keindonesiaan yang memiliki beragam suku, agama, ras dan golongan masyarakatnya.
Karena itu Mathla’ul Anwar merupakan organisasi keagamaan yang turut membangun empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, katanya.
Selain membahas program kerja, Rakernas yang berlangsung hingga Minggu (15/7) ini juga merupakan bagian dari konsolidasi internal PBMA dengan seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah, serta pengurus Perguruan Mathla’ul Anwar se-Indonesia.
Teguh Handoko
