Ibu-ibu Indonesia akan memiliki teman super yang bernama SuperMom,
Jakarta (ANTARA) - Platform perdagangan sosial berbasis teknologi artificial intelligence (AI), SuperMom bisa menjadi penasehat dan pemberi rekomendasi para ibu untuk dapat membeli barang apa dan di mana sebaiknya untuk keluarga.

Chief Marketing Officer SuperMom Indonesia Bunga Mega dalam keterangannya, Kamis mengatakan SuperMom akan menjadi jejaring ibu terbesar di Indonesia melalui tiga pilar pendukung utamanya, termasuk dengan memberikan rekomendasi belanja bagi para ibu, memberikan fasilitas jejaring percakapan bagi para ibu, dan berbagi pengalaman antar ibu. 

"Ibu-ibu Indonesia akan memiliki teman super yang bernama SuperMom, yang memudahkan rutinitas belanja keluarga mereka dengan memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi dan rekomendasi harga terbaik serta bergabung dengan komunitas ibu untuk saling mendukung," katanya.

Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan aplikasi Supermom merupakan salah satu bentuk transformasi digital dalam peningkatan literasi digital bagi kaum perempuan, khususnya para ibu. 

Momentum ini luar biasa, karena berkaitan dengan Hari Kartini dan Supermom Indonesia menunjukkan bahwa komunitas semakin penting perannya dalam pengembangan peningkatan ekosistem ekonomi digital karena komunitas Supermom ini merupakan wadah bagi pemberdayaan perempuan.

"Tahun 2021, ekonomi digital kita mencapai 70 miliar dolar AS dan bertumbuh signifikan 49 persen, sampai tahun 2025 diprediksi mencapai 146 miliar dolar AS, tumbuh 20 persen annual growth rate," katanya.

SuperMom menggunakan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk mengumpulkan kearifan dan mendukung para ibu di tiga bidang utama guna mengatasi masalah mereka, untuk meraih dan mendapatkan dukungan dari komunitas orang tua, yaitu, 
 
Pertama. Selama masa pandemi, sebagian besar konsumen belanja secara daring, serta merta membuat pilihan pada waktu ini, para ibu yang malang bisa menjadi sangat kewalahan untuk menemukan produk yang tepat dengan nilai terbaik. 

Ini adalah masalah umum yang dialami sebagian besar kaum ibu. Penelitian kami kepada Key Opinion Mothers SuperMom sebagai responden menunjukkan bahwa 98 persen ibu-ibu menghabiskan banyak waktu untuk mencari produk yang akan dibeli secara daring, dan 96 persen ibu membandingkan harga sebelum membeli. Juga satu dari dua ibu, menghabiskan waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk berbelanja online. 

Kedua. Para ibu di Asia Tenggara dibebani dengan tanggung jawab mengasuh anak tetapi mereka juga Ingin mencari sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kualitas hidup. Riset dari InMobi, penyedia konten, monetisasi dan teknologi pemasaran, pada tahun 2021 menunjukkan rata-rata ibu membelanjakan Rp 500.000 setiap berbelanja daring. 
 
Ketiga. Menurut data Perhimpunan Psikiater Indonesia pada tahun 2021, pandemi COVID-19 telah meningkatkan masalah kesehatan mental termasuk masalah depresi dan kecemasan yang meningkat hingga 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca juga: "Harbolnas" jadi bukti perubahan tren belanja di kalangan masyarakat Indonesia
Baca juga: Tips belanja sayur secara online agar tetap segar


Pewarta: Feru Lantara
Editor : Riza Harahap

COPYRIGHT © ANTARA 2026