Kalau itu bisa dilakukan, maka uji multilokasi benih yang kesannya mahal bisa lebih murah dengan melibatkan santri-santri NU.Bogor, (Antara Megapolitan) - Institut Pertanian Bogor menggandeng Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mendirikan Pusat Benih Nasional untuk mendukung ketahanan pangan dengan ketersediaan benih yang mencukupi.
"Kader KMNU berkembang dengan pesat, ini potensi yang bisa kita libatkan dalam mewujudkan berdirinya Pusat Benih untuk mendukung ketahanan pangan," kata Wakil Rektor IPB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Yonny Koesmaryono pada pembukaan "Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art Olympiad (NU-Santara) 2015" di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Yonny mengatakan, persoalan pertanian adalah persoalan benih. IPB telah lama merencanakan untuk membangun Sentra Benih Nasional. Rencana tersebut mendapat dukung dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
"Tapi Menteri Pendidikan pada masa Pak M. Nuh tidak setuju, karena negara akan berhutang. Maka kita menyampaikan ini melalui forum KMNU melalui dewan pembina menyatakan Islamic Development Bank bisa membantu dalam membentuk Pusat Benih Nasional ini," kata Yonny.
Dijelaskannya, dalam proses menghasilkan benih, harus dilakukan uji multilokasi. Paling sedikit uji lokasi dilakukan dalam dua musim, yakni kemarau dan penghujan. Dengan pemilihan lokasi paling sedikit lima lokasi dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Kader santri-santri NU yang banyak tersebar, dilibatkan untuk melakukan penanam, sekaligus menjaga. Melakukan pendataan, mulai dari kapan penanaman dilakukan, berapa anakan yang dihasilkan, berapa bulirnya, berapa produktivitas, ubinan, stabil atau tidak varietas yang sedang dikembangkan.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka uji multilokasi benih yang kesannya mahal bisa lebih murah dengan melibatkan santri-santri NU. Tapi kualitasnya tetap terjaga, karena santri tidak boleh berbohong," katanya.
Menurut Yonny, potensi umat harus diberdayakan menjadi harapan untuk melibatkan santri-santri dari pondok pesantren NU. Uji multilokasi benih yang tadinya menghabiskan dana Rp100 juta, dapat dihemat dengan kerja sama yang terjadi. Langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk memurahkan upaya uji multilokasi, tetapi dengan lebih cepat, biaya yang lebih murah, maka akan membangkitkan inovasi benih yang lebih cepat.
"Kalau ini bisa kita lakukan, kita bisa menyebar benih kepada petani lebih cepat. Kalau misalnya benih padi yang di Karawang bisa menghasilkan 13 ton per hektare. Dengan kerja sama ini, cukup tujuh ton per hektare, tetapi stabil dengan pemeliharaan bagus, merata di seluruh sentra produksi padi, kita tidak perlu mengimpor lagi, malah kita bisa ekspor," katanya.
Pembina KMNU IPB Jadenal Effendi mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan berkunjung ke Saudi Arabia terkait dana bantuan yang dapat disalurkan salah satunya mewujudkan terbentuknya Sentra Benih Nasional bersama IPB.
"PBNU bisa berkontribusi tidak hanya untuk lembaga keagamaan, kita bisa menarik elemen bersama, menyinergikan untuk mewujudkan berdirinya Sentra Benih Nusantara ini," katanya.
Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan, Syaroful Umam mengatakan siap menerima tantangan dari IPB untuk mewujudkan terbentuknya Sentra Benih Nasional dengan mengerahkan kader KMNU yang sudah terbentuk di 12 cabang.
"KMNU secara nasional telah dideklarasikan akhir Januari lalu, ada 12 KMNU yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi umum. Kami sedang membangun jearingan yang ada memperkuat basis data KMNU Nasional. Jadi potensi dan spesifikasi para kader dapat diketahui, bidang-bidang mana yang bisa kita gerakkan, termasuk pertanian," katanya.
Presidium Nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) menggelar sejumlah kegiatan dalam "Nahdlatul Ulama Scince and Curtural Art Olympiad (NU-Santara) 2015" yang dipusatkan di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Provinsi Jawa Barat.
Seluruh acara berlangsung selama 16-18 Oktober 2015. Sekitar 250 kader terbaik KMNU dari 12 perguruan tinggi di Indonesia turut meramaikan seluruh rangkaian acara tersebut.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026