Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus yang berasal dari hewan pengerat, seperti tikus namun tidak perlu panik.
“Penularan hantavirus umumnya berasal dari urine, feses, atau air liur tikus yang mengontaminasi debu dan kemudian terhirup oleh manusia,” kata dia di Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa.
Dia menjelaskan lingkungan dengan sanitasi buruk menjadi habitat ideal bagi tikus sehingga dapat meningkatkan risiko kontak manusia dengan pembawa virus tersebut.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi.
“Waspadai debu yang terkontaminasi. Saat membersihkan area berdebu atau kotor, gunakan masker agar tidak menghirup partikel yang mungkin mengandung virus,” ujar dia.
Dia juga mengingatkan warga tentang pentingnya pengendalian populasi tikus serta perbaikan sanitasi lingkungan guna menekan risiko penyebaran hantavirus.
"Menjaga sanitasi yang baik dapat menekan risiko penyebaran virus ini," demikian Devi.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026