Karawang (ANTARA News Megapolitan) - Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari menyesalkan kerusakan truk sampah menjadi alasan menumpuknya sampah di sejumlah Tempat Pemungutan Sementara (TPS) hingga tercecer ke jalan dan sisi irigasi wilayah perkotaan Karawang.

"Saya sangat menyesalkan banyak sampah menumpuk di TPS-TPS, apalagi alasannya truk pengangkut sampah yang rusak," katanya kepada Antara, di Karawang, Kamis.

Ia mengatakan, walaupun armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang mengalami kerusakan, sebenarnya penumpukan sampah itu bisa disiasati.

Kerusakan truk pengangkut sampah tersebut, katanya, bukan alasan untuk berkinerja buruk dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi walaupun rusak, masa iya truk sampah rusak semua. Mengarang saja itu (alasannya)," kata Wabup.

Baca: Ternyata ini penyebab penumpukan sampah di Karawang

Ia menilai kepekaan sosial dan kepekaan kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang minim dan harus ditingkatkan lagi. Sebab kalau kepekaannya tinggi, tidak akan terjadi penumpukan-penumpukan sampah seperti sekarang.

"Jika banyak truk sampah yang rusak, tidak semuanya rusak kan. Kalau kepekaannya tinggi dalam melakukan pelayanan, tentu dicari solusinya agar sampah tidak menumpuk. Seperti menyewa mobil truk untuk mengangkut sampah, itu bisa dilakukan, daripada Karawang berubah jadi kota sampah," katanya.

Kabid Kebersihan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Nevi Fatimah sebelumnya menyatakan penumpukan sampah di sejumlah TPS terjadi akibat kerusakan sejumlah truk sampah.

"Ada 10 unit truk sampah yang sekarang ini mengalami kerusakan parah," katanya.

Ia menjelaskan, dalam waktu normal saja atau saat seluruh truk sampah kondisinya baik, banyak sampah di TPS-TPS yang tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jalupang.

Baca: Sampah Menumpuk di Sejumlah TPS sekitar Karawang
Baca: Warga Karawang blokir jalan karena sampah tidak diangkut
 
Kondisi itu terjadi akibat kurangnya armada pengangkut sampah. Jadi saat sejumlah truk sampah rusak, semakin banyak sampah yang tidak terangkut ke TPA sampah Jalupang.

Catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, volume timbulan sampah di seluruh wilayah Karawang mencapai 1.000 ton per hari yang sebagian besar merupakan sampah rumah tangga.

Nevi mengatakan, dari volume sampah yang mencapai 1.000 ton per hari itu, tidak seluruhnya terangkut ke TPA Jalupang akibat masih minimnya armada pengangkut sampah yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang.

"Ada sekitar 400 ton sampah per hari yang tidak terangkut ke TPA Jalupang," katanya.

Menurut dia, saat ini pihaknya hanya memiliki 65 unit truk pengangkut sampah. Itu untuk melayani seluruh wilayah Karawang.

Editor berita: B. Santoso

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018