Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono meminta pengawasan kos-kosan ditingkatkan menyusul kejadian pembunuhan yang terjadi di tempat indekos di wilayahnya.

"Sepertinya perlu kembali sistem pengawasan dari berbagai pihak dalam menangani hal tersebut," katanya di Depok, Senin.

Dia mengemukakan perlunya penerapan peraturan lingkungan mengenai pengelolaan kos-kosan serta pelaksanaan pengawasan secara berkala oleh tim yang meliputi pengurus lingkungan rukun tetangga dan rukun warga, aparat kelurahan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan petugas kepolisian.

Baca juga: Tragis, jasad pria ditemukan dalam lantai keramik rumah kontrakan di Sawangan Depok

Menurut Imam, pemilik maupun pengelola tempat indekos juga harus membuat peraturan mengenai kunjungan tamu.

"Para pemilik kos-kosan membuat aturan yang ketat terhadap tamu yang datang. Misalnya, tamu dilarang masuk ke kamar," katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, pengelola tempat indekos sebaiknya menyediakan ruang tamu.

Baca juga: Penculikan Dan Pembunuhan Murid SD Bermotif Ekonomi

"Kos-kosan dan apartemen punya ruang tamu agar teman-teman yang datang dapat diterima penghuni di ruang tamu," katanya.

"Lalu bagaimana kalau keluarga? Boleh diterima (di kamar) dengan catatan pintu tidak ditutup dan dibatasi jam kedatangan maksimal jam sembilan malam," ia menambahkan.

Jasad seorang mahasiswa Universitas Indonesia ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik sampah di satu kamar kos-kosan di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, pada Jumat (4/8). Menurut polisi, mahasiswa itu dibunuh oleh seniornya.

Baca juga: Polisi Tangkap Otak Pembunuhan Wartawati Nurbaety

"Kami atas nama pemerintah kota sangat prihatin atas kejadian tersebut," kata Imam Budi Hartono.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023