Bekasi, 16/10 (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyambut baik rencana rehabilitasi Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja setempat melalui investasi pihak swasta.

Kepala Sub Pencemaran Air dan Udara Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Zainal Abidin, di Bekasi, Minggu, mengatakan pihak swasta yang akan berinvestasi tersebut adalah Universitas Trisakti dan PT Gikoko Kogyo.

"Fakultas Teknologi Lingkungan Trisaksi berencana menjadikan IPLT Kota Bekasi di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, menjadi lokasi laboratorium penelitian," katanya.

Sedangkan, PT Gikoko Kogyo berencana akan membeli gas metan yang dihasilkan tinja untuk diproduksi menjadi pembangkit listrik.

"Gas tinja di kolam I dan II akan dikelola PT Gikoko Kogyo untuk proyek pembangkit listrik," ujarnya.

Dikatakan Zainal, PT Gikoko Kogyo telah berhasil mengelola sampah di tempat pembuangan akhir Sumur Batu, Bantar Gebang, hingga menghasilkan gas metan 10 ribu ton per tahun dan daya listrik 500 KVa.

"Upaya serupa juga akan kembali dilakukan di IPLT kita," katanya.

Zainal mengaku belum mengetahi kapan perjanjian kerja sama tersebut akan dilakukan. Hingga kini prosesnya telah dibicarakan antara pihak ketiga dan pejabat terkait.

Dikatakan Zainal, IPLT Kota Bekasi yang berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare itu hanya mengalami rahabilitasi 10 tahun sekali sejak bediri sekitar tahun 1990 lalu. Sehingga tidak heran bila kerap mengalami kerusakan pada perangkat mesin.

"Saat ini pun IPLT sedang dalam proses renovasi yang sudah dimulai sejak 7 Juli lalu dan dijadwalkan selesai dikerjakan pada 7 November mendatang," katanya.

Mesin pengolah limbah tinja rusak akibat termakan usia, sehingga limbah tinja yang ada jadi mengendap di bak anaerob, sehingga harus dibongkar oleh pelaksana proyek PT Reka Kota.

"Sehingga kami sangat menyambut baik wacana kerja sama ini," demikian Zainal.

Andi Firdaus

Pewarta:

Editor : Budisantoso Budiman


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2011