Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendukung langkah pemerintah daerah melakukan diversifikasi sektor bisnis perusahaan milik daerah PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM).

"Saya meyakini keputusan 'banting setir' usaha BUMD milik Pemkab Bekasi yakni PT BBWM didasari pertimbangan matang, juga melirik celah potensi baru pendapatan daerah," kata Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bekasi Muhammad Nuh di Cikarang, Minggu.

Dia mengatakan rencana bisnis PT BBWM ke depan tidak akan berjalan optimal jika terus memaksakan pengembangan pengelolaan minyak dan gas yang selama ini digeluti, mengingat keterbatasan sumber daya alam di Kabupaten Bekasi.

"Sumber daya alam penghasil minyak bumi dan gas terbatas ya, informasinya di kita malah sudah tidak memadai, sudah semakin menipis. Saya mendukung perubahan usaha PT BBWM menjadi penyedia energi listrik terbarukan," katanya.

Nuh berharap perubahan arah bisnis PT BBWM mampu menciptakan peluang bisnis baru sehingga menjadikan perusahaan daerah itu sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut dia peluang kontribusi penerimaan daerah melalui skema ini relatif besar mengingat wilayah Kabupaten Bekasi diisi ribuan perusahaan yang bisa dijadikan pangsa pasar sektor energi terbarukan.

"Perusahaan-perusahaan di kawasan industri tentu membutuhkan energi terbarukan tersebut sebagai alternatif listrik untuk menghemat biaya produksi. Nah ini peluang besar buat kita asal dapat dioptimalkan dengan baik," katanya.

Terlebih struktur wilayah di Kabupaten Bekasi sangat potensial untuk optimalisasi bisnis sektor ini karena mampu menangkap sinyal panas matahari dari segala penjuru untuk dimanfaatkan sebagai listrik tenaga surya melalui panel.

"Kabupaten Bekasi berlimpah panas matahari, kemudian dari sisi permukaan untuk bisa menangkap tenaga surya yang akan kita transformasi teknologi atau arus listrik, kita punya hamparan kawasan industri, perkantoran, dan rumah-rumah, itu bisa kita manfaatkan untuk panel surya," ucap dia.

Dirinya mendorong PT BBWM segera menyusun perencanaan bisnis pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) jangka pendek hingga beberapa tahun ke depan agar saat eksekusi nanti bisa berjalan maksimal.

Keputusan diversifikasi PT BBWM diambil pemerintah daerah usai mengikuti rapat koordinasi nasional terkait penguatan BUMD yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi beserta Kementerian Dalam Negeri. Dalam rapat itu dibahas tentang keberadaan BUMD yang seharusnya mampu menjadi salah satu penyumbang PAD.

Direktur Utama PT BBWM Prananto Sukodjatmoko mengatakan peralihan menjadi PLTS sangat dimungkinkan dan dapat direalisasikan dapat waktu dekat sebab secara regulasi, BBWM telah memiliki spesifikasi membangun PLTS.

"Kemudian pembangunan PLTS tidak serumit pembangkit sampah. Pihak ketiga selaku calon pengguna pun ada sehingga sudah dapat direalisasikan," ucap dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022