Bandarlampung (Antara Megapolitan) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan jika kegiatan sistem keamanan lingkungan tidak aktif dilaksanakan warga, maka lurah setempat akan dicopot, demi menjaga  lingkungan masyarakat tetap aman.

"Jika siskamling di kelurahan tersebut tidak aktif, akan saya copot lurahnya," kata Herman HN di Bandarlampung, Selasa.

Diketahui ada beberapa RT di sejumlah kelurahan yang belum melaksanakan siskamling, penyebabnya antara lain ditengarai hubungan antara warga dengan Babinsa dan Babinkamtibmas kurang harmonis.

"Saya minta kepada lurah, jangan hanya laporan yang tidak aktif, semua harus aktif," kata dia lagi.

Ia menegaskan kepada camat dan lurah agar memperketat pengawasan identitas semua warga, terutama untuk warga yang tinggal di rumah kontrakan dan indekosan. Para lurah agar berkoordinasi dengan RT untuk mendata warga.

"Jadi, siapa pun yang menghuni rumah itu harus dimintai fotokopi KTP-nya, terutama yang tinggal di indekosan. Tempat indekos itu menjadi sarang begal, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain," kata dia lagi.

Selain menggalakkan siskamling, mantan Kadispenda Provinsi Lampung ini juga menyarankan pemasangan portal di tiap lingkungan untuk membantu penjagaan di malam hari.

"Ya, kalau bisa ada portal pada tiap jalan lingkungan, jadi kalau ada begal nggak bisa lari kemana-mana. Tapi harus ada yang tetap berjaga di dekat portal, takutnya pas ada kebakaran portalnya malah menghalangi jalan," kata dia lagi.

Herman HN mengimbau warga untuk rutin melaksanakan siskamling, jangan hanya pada saat situasi di Bandarlampung kurang aman.

Dia mengingatkan situasi Kota Bandarlampung dengan tindak kriminalitasnya sedang meningkat, perlu kewaspadaan seluruh masyarakat.

"Jangan hanya mengandalkan aparat keamanan, masyarakat harus turut membantu. Kalau kemana-mana harus waspada, begitu juga kalau di rumah. Jika ada tamu yang tidak dikenal jangan langsung diterima, dan yang terpenting selalu waspada," kata dia lagi.

Pewarta:

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015