Wali Kota Bogor Bima Arya bersama rombongan Tim Ekspedisi Ciliwung dari Bogor ke Jakarta menemukan banyak tumpukan sampah, pendangkalan sungai, dan limbah industri rumahan di badan Sungai Ciliwung.

Bima Arya mengatakan hal itu setelah Tim Ekspedisi Ciliwung Bogor-Jakarta, tiba di garis finish di Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan, Rabu sore.

Baca juga: Bima Arya berharap ekspedisi Ciliwung dapat perhatian dari Presiden Jokowi (video)

Menurut Bima Arya, Ekspedisi Ciliwung Bogor-Jakarta dimulai dari Kelurahan Sukaresmi di Kota Bogor pada Selasa (10/11) pagi menyusuri Sungai Ciliwung dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, hingga Kota Depok. Perjalanan dari Kota Bogor ke Kota Depok sambil melakukan pemetaan persoalan, memakan waktu sekitar delapan jam.

Setelah istirahat di Kota Depok, ekspedisi dilanjutkan lagi pada Rabu pagi, dari Kota Depok menuju ke di Pintu Air Manggarai dan tiba di Manggarai pada Rabu sore.

"Perjalanan dari Kota Depok ke Manggarai juga sekitar delapan jam. Sedangkan, perjalanan seluruhnya dari Kota Bogor ke Pintu Air Manggarai sekitar 70 km," katanya.

Baca juga: Bima Arya lakukan Ekspedisi Ciliwung dari Bogor hingga Pintu Air Manggarai

Setelah tiba di Pintu Air Manggarai, Bima Arya bercerita bahwa di sepanjang perjalanan susur sungai, dirinya bersama rombongan banyak menemukan tumpukan sampah serta limbah industri rumahan.

"Pada perjalanan dari Kota Bogor ke Kota Depok, saya melihat ada ada 30-an lokasi tumpukan sampah dan 11 lokasi pembuangan limbah dari rumah ke badan sungai, terutama industri tahu. Tapi dari Kota Depok ke Manggarai, saya melihat lebih banyak lagi yang membuang sampah dan limbah ke sungai," katanya.

Menurut Bima, dari Kota Depok ke Manggarai dia lebih lebih dari 100 lokasi warga yang membuang sampah ke badan sungai sehingga terjadi pendangkalan.

Bahkan, kata dia, banyak juga warga yang membangun rumah di bibir sungai sehingga mengurangi vegetasi yang berfungsi menahan erosi.

Baca juga: Bima Arya bersama OPD terkait susuri Sungai Ciliwung

Menurut Bima, dirinya akan menyampaikan hasil pemetaan pada Ekspedisi Ciliwung ini kepada Gubernur DKI Jakarta untuk bersama-sama mengatasi persoalan di Sungai Ciliwung. "Kalau dibenahi bersama bisa mengurangi potensi banjir di Jakarta pada musim hujan, tapi kalau tidak dibenahi ya begini-begini saja," katanya.

Bima juga mengusulkan, agar dilakukan pengerukan di badan Sungai Ciliwung yang mengalami pendangkalan serta dibangun infrastruktur pencegahan banjir di bantaran sungai.

Menurut dia, warga yang berdomisili di dekat sungai juga harus dibuatkan tempat sampah dan diedukasi untuk disiplin membuang sampah di tempat sampah.*
   

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020