Bank Mandiri bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerbitkan Kartu Commuter Pay yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran di seluruh moda transportasi dan belanja.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, mengatakan kerja sama ini dapat membuat para pengguna commuter line maupun transportasi publik lainnya hanya perlu memiliki satu kartu untuk melakukan transaksi pembayaran.

"Inisiatif ini dapat lebih memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik karena hanya memerlukan satu kartu saja. Kartu Commuter Pay ini dapat dibeli masyarakat di loket-loket stasiun kereta kommuter mulai Oktober 2020," kata Royke.

Baca juga: KAI berikan potongan harga tiket untuk 13 KA jarak jauh sambut HUT ke-75 RI

Kartu yang menggunakan platform Mandiri e-money ini juga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemegang kartu, seperti pembayaran tol, parkir, MRT, LRT, Transjakarta, Transjogja, Batik Solo Trans, Pembayaran di SPBU, wahana liburan, restoran maupun belanja di toko retail lainnya.

Untuk pemanfaatan transaksi nontunai ini, masyarakat dapat melakukan isi ulang atau top up di Mesin ATM dan Kantor cabang Bank Mandiri, aplikasi Mandiri Online pada telepon pintar Android yang memiliki fitur NFC, IOS (Iphone), maupun mitra e-Commerce yang sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Royke menambahkan inisiatif kerja sama tersebut merupakan salah satu upaya Bank Mandiri untuk terus memberikan nilai tambah kepada mitra serta upaya mendukung program Gerakan Nasional Non-Tunai.

Saat ini Bank Mandiri telah menerbitkan kartu berlogo Mandiri e-Money mencapai lebih dari 21,6 juta kartu. Hingga akhir Juli 2020, frekuensi finansial Mandiri e-Money mencapai 469 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp7,4 triliun.

Baca juga: Kereta Api Lokal Karawang-Jakarta belum beroperasi akibat pandemi

Sementara itu Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu implementasi budaya AKHLAK bagi setiap BUMN. Penggunaan kartu Commuter Pay juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi transaksi dengan uang tunai.

"Dengan Commuter Pay, pengguna lebih mudah untuk naik KRL Commuter Line dan tidak perlu mengantri dua kali, yaitu antri isi ulang atau membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) serta antri menuju masuk gate elektronik stasiun," kata Didiek.

Pada Juli 2020 dibanding THB, penggunaan uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT) pada layanan KRL mencapai 75 persen. Persentase tersebut meningkat dibandingkan Juli 2019 sebesar 69 persen.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti ikut menjelaskan peningkatan penggunaan ini menunjukkan para pengguna layanan sudah merasakan manfaat dari kepemilikan kartu seperti Commuter Pay dan KMT.

"Kolaborasi ini juga dapat menjawab kebutuhan para pengguna KRL yang ingin memiliki satu kartu untuk berbagai keperluan," kata Wiwik.

Baca juga: Menteri BUMN sebutkan Royke Tumilaar jadi Dirut baru Mandiri

Sejak 3 Agustus 2020 KCI menambah jumlah stasiun yang hanya melayani transaksi non-tunai dengan KMT dan Kartu Uang Elektronik Bank. Total saat ini terdapat delapan stasiun khusus transaksi non tunai, dengan tiga stasiun terbaru merupakan stasiun dengan volume pengguna tinggi yaitu Bogor, Cilebut, dan Cikarang.

"Dengan jumlah stasiun khusus transaksi nontunai yang akan terus kami tambah, maka permintaan terhadap uang elektronik seperti Commuter Pay tentunya akan semakin meningkat di masa depan," kata Wiwik.

Untuk merayakan Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia, KAI juga menerbitkan Commuter Pay edisi HUT ke-75 RI, dengan tema Indonesia Maju.

Pewarta: Satyagraha

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020