Kamis, 21 September 2017

FKUB Jakarta Belajar Kerukunan Umat Di Purwakarta

id FKUB, Provinsi DKI Jakarta, penelitian, studi banding, Kiai Ahmad Syafi`i Mufid, Program kultural, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, purwakarta
FKUB Jakarta Belajar Kerukunan Umat Di Purwakarta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (tengah) saat menerima kunjungan pengurus FKUB DKI Jakarta, di Purwakarta, Jabar. (Foto Diskominfo Purwakarta)
Saya surprise ya, karena di tengah ranking Jawa Barat yang sangat rendah dalam membangun kehidupan toleransi, ada Purwakarta yang memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi.
Karawang (Antara Megapolitan) - Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta mengunjungi Kabupaten Purwakarta, Jabar, untuk melakukan penelitian dan studi banding mengenai kehidupan antarumat beragama, Selasa.

Ketua FKUB DKI Jakarta Kiai Ahmad Syafi`i Mufid, disela kunjungannya di Purwakarta, mengatakan selama ini dirinya mengetahui indeks keberagaman dan toleransi di Purwakarta cukup tinggi.

"Program kultural yang selama ini ada di Purwakarta sudah berhasil menciptakan atmosfer toleransi yang tinggi. Kami datang untuk menelaah itu, selanjutnya diterapkan di Jakarta," kata dia.

Menurut dia, aura positif yang ada di Purwakarta ini berbanding terbalik dengan kehidupan toleransi yang tengah terjadi di Purwakarta.

"Saya surprise ya, karena di tengah ranking Jawa Barat yang sangat rendah dalam membangun kehidupan toleransi, ada Purwakarta yang memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi," katanya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, pola pembangunan mental dan spiritual yang selama ini dia lakukan di Purwakarta. Pola itu diyakini telah berhasil membentuk sistem kerukunan umat beragama di daerahnya.

"Kita menguatkan pelajaran agama di sekolah melalui pendalaman kitab kuning, Al Qur`an dan kitab lain sesuai dengan ajaran agama para pelajar. Ruang ibadah untuk setiap agama di sekolah juga disediakan," katanya.

Peningkatan suasana kerukunan umat beragama di Purwakarta juga tercermin dari peningkatan sarana dan prasarana ibadah, peningkatan jumlah santri termasuk guru agama yang mengajar di sekolah umum.

Untuk guru agama yang mengajar di sekolah umum, Pemkab Purwakarta telah mengalokasikan anggaran honor guru tersebut. Anggaran itu bersumber dari APBD Purwakarta.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga