Rabu, 20 September 2017

Kemenpar Menyiapkan Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata

id Kemenpar, Menpar, Arief Yahya, Menyiapkan, Konsorsium, Dosen Vokasi, Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Prof Ahman Sy
Kemenpar Menyiapkan Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) saat memberikan penjelasan pada Press Conference persiapan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan Bandung Jawa Barat, di Jakarta. (ANTARA FOTO/Istimewa/Humas Kemenpar).
Investasi SDM itu sangat penting untuk 'win the future customers'. Karenanya sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan.
Jakarta (Antara Megapolitan-Bogor) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata yang terdiri atas unsur Pentahelix ABGCM yaitu Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media.
    
Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Prof Ahman Sya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, mengatakan konsorsium dosen vokasi pariwisata sangat dibutuhkan untuk merespon semakin berkembangnya sektor pariwisata dalam beberapa waktu terakhir.
    
"Dinamisnya sektor pariwisata dewasa ini harus diimbangi dengan ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia) pariwisata yang mumpuni," katanya.
    
Pihaknya mendata sampai saat ini sudah 144 pelaku industri yang sebagian besar dari perhotelan yang sudah mendaftar sebagai dosen Vokasi Pariwisata.
    
"Hasilnya diserahkan ke BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk distandarisasi dengan standar global," katanya.

Ahman mengatakan, konsorsium ini diberi tugas menginventarisir pelaku di industri pariwisata berdasar pengalamannya untuk diberi tugas menjadi dosen vokasi di sekolah-sekolah pariwisata.
    
Para calon dosen ini nantinya akan disertifikasi melalui BNSP dan langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah pariwisata yang membutuhkan.
    
"Kebutuhan kami sangat banyak. Saat ini baru bidang perhotelan yang masuk mendaftar sebagian, bidang biro perjalanan dan kuliner akan menyusul. Semua akan disertifikasi secepatnya. Awal September tahun ini sudah mulai berjalan. Melalui BNSP kita sertifikasi dan langsung diditribusikan di sekolah-sekolah pariwisata yang membutuhkan. Kita buka terus pendaftaran hingga target kami terpenuhi," ujarnya.
    
Menurut Ahman, tenaga vokasi dari perhotelan dapat membantu mengatasi kekurangan dosen pariwisata di perguruan tinggi.
    
"Para GM hotel dengan segudang pengalamannya itu dapat menjadi dosen vokasi untuk membantu mengatasi kekurangan dosen di perguruan tinggi pariwisata," katanya.
     
Ia mengakui saat ini masih kekurangan dosen vokasi, karena itu pihaknya membuat terobosan melalui konsorsium dosen vokasi.
    
Sebagai gambaran, saat ini terdapat 131 perguruan tinggi pariwisata dan swasta di Indonesia.
    
Rata-rata kebutuhan satu perguruan tinggi membutuhkan 10 dosen vokasi. Itu artinya, dibutuhkan 1000 tenaga dosen vokasi.
    
"Sekolah vokasi ini memiliki kurikulum yang 60-70 persen adalah praktek. Setelah lulusannya siap langsung bekerja,” ujarnya.
    
Saat ini, tim konsorsium dosen vokasi beranggotakan 21 orang yang bertugas mengumpulkan data nama-nama yang akan diajukan untuk disetarakan kompetensinya di level 8 oleh  BNSP.
    
Selanjutnya BNSP membentuk panitia penilai, dan diharapkan dapat mengeluarkan SK penyetaraan di level 8.
    
Menpar Arief Yahya menyambut baik terobosan sebagai langkah investasi di bidang SDM tersebut.

"Investasi SDM itu sangat penting untuk 'win the future customers'. Karenanya sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan," ujarnya.
    
Menurut dia, untuk dapat memenangkan persaingan di tingkat global maka standar global juga yang harus digunakan. (ANT/BPJ).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga