Selasa, 22 Agustus 2017

Minggu 16 Juli 2017, Helaran Digelar

id Hari Jadi Bogor, HJB ke 535, Helaran, helaran Seni Budaya, Kendaraan Hias, Walikota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, sekda, muspida, Disparbud Kota Bogor
Minggu 16 Juli 2017, Helaran Digelar
Poster acara Helaran dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke 535 yang akan digelar hari Minggu 16 Juli 2017 di Kota Bogor, Jawa Barat. (Foto Humas Pemkot Bogor).
Kegiatan ini harus menjadi milik bersama warga Bogor dan sekaligus menjadi cermin betapa guyubnya kita sebagai warga Bogor.
Hari Minggu tanggal 16 Juli mendatang suasana Kota Bogor diperkirakan akan meriah. Setidaknya kemeriahan akan berlangsung mulai dari Air Mancur sampai dengan Taman Kencana.  

Itu terjadi karena Jalan Sudirman, Jalak Harupat dan Jalan Salak akan menjadi lintasan Helaran Seni Budaya dan Kendaraan Hias. Helaran atau pawai seni budaya ini digelar sebagai pemuncak peringatan Hari Jadi Bogor ke 535.

Pawai budaya ini direncanakan akan diawali dengan rombongan berkuda yang bergerak dari Air Mancur. Kuda – kuda tersebut akan ditunggangi para pejabat, mulai dari Walikota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, Sekretaris Daerah Kota Bogor beserta para anggota Muspida.

Bahkan panitia juga mengundang Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih,Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai bintang tamu. Rombongan ini dikawal barisan drumband Pusdikzi.

Berikutnya tampil rombongan para istri pejabat yang akan naik delman. Mereka diikuti rombongan para pejabat dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Termasuk perwakilan dari seluruh kecamatan dan kelurahan.

Rombongan perwakilan kelurahan direncanakan masing-masing akan membawa dua unit jampana – semacam tandu yang berisi berbagai bahan makanan. Setiap jampana akan diisi oleh berbagai produk khas atau produk unggulan di masing-masing kelurahan.

Rangkain peserta helaran akan disusul dengan penampilan anggota berbagai komunitas masyarakat yang ada di Kota Bogor. Diantaranya komunitas sepeda onthel, komunitas masyarakat Jawi dan komunitas masyarakat Kawanua.

Masing-masing komunitas akan menampilkan berbagai jenis bentuk kesenian, seperti Reog Ponorogo yang akan ditampilkan komunintas Paguyuban Masyarakat Jawi serta Barongsai oleh komunitas Tionghoa.

Lebih lanjut akan tampil berbagai jenis produk seni helaran yang akan dibawakan oleh beberapa sangar seni yang ada di Kota Bogor. Diikuti penampilan kesenian yang dibawakan oleh perwakilan beberapa pemerintah daerah. Diantaranya dari Kabupaten Bogor, Subang, Purwakarta dan Indramayu yang masing-masing akan menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.

Helaran akan ditutup oleh iring-iringan mobil hias. Diperkirakan akan tampil sekitar 10 sampai dengan 15 mobil hias yang akan disajikan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bogor termasuk BUMD dan beberapa hotel.

Selain menyuguhkan iring-iringan peserta helaran, panitia juga akan membuat dua unit panggung. Masing-masing, panggung kehormatan yang direncanakan akan dibuat di depan bekas Resto Lautan dan panggung hiburan di Taman Kencana.

Panggung kehormatan akan menjadi tempat Walikota Bogor beserta rombongan tamu dan pejabat serta anggota muspida menyaksikan jalannya helaran. Sedangkan panggung hiburan ang dibuat di Taman Kencana akan menjadi tempat pementasan berbagai atraksi kesenian yang akan dibawakan oleh beberapa sanggar seni Kota Bogor.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Sahlan Rasyidi, panggung di Taman Kencana dibuat untuk menjadi tempat bagi beberapa sanggar seni di Kota Bogor menampilkan karya-karya seni mereka.

''Karena ada beberapa sanggar seni yang belum bisa menampilkan seni helaran, sehingga mereka akan menampilkan kesenian lain di panggung,'' katanya.

Sekaligus menjadi tempat bagi warga masyarakat menikmati hiburan kesenian. Keterlibatan berbagai sanggar seni, berbagi komunitas dan berbagai elemen masyarakat lainnya, tak lain karena menurut Sahlan, Helaran ini merupakan hajat orang Bogor.

''Kegiatan ini harus menjadi milik bersama warga Bogor dan sekaligus menjadi cermin betapa guyubnya kita sebagai warga Bogor,'' lanjutnya.

Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang akan lebih banyak warga yang berperan serta dalam pesta bersama ini. Sebab sejatinya, helaran dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor bukan hanya milik Pemerintah Kota Bogor, melainkan milik semua orang yang merasa dirinya adalah 'Urang Bogor'.


Kekayaan Seni Helaran Bogor

Seni Helaran berbeda dengan kesenian panggung. Meski sama-sama seni pertunjukan, tetapi keduanya ditampilkan dengan cara berbeda. Seni helaran adalah produk kesenian yang hanya bisa ditampilkan khusus dalam sebuah pawai. Bukan untuk ditampilkan di atas panggung. Oleh karena itu tari jaipong misalnya, tidak termasuk sebagai jenis seni helaran. Itu sebabnya pula, jaipong kurang pas jika ditampilkan pada saat helaran.

''Seni helaran itu merupakan pertunjukan seni yang pesertanya tidak berdiam di tempat atau di panggung melainkan berjalan,'' jelas  Sanusi, Kepala Seksi Pengembangan Seni dan Film Kelembagaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor.

Jenis kesenian ini memang khusus diciptakan untuk pertunjukan di ruang terbuka dan para pemainnya terus berjalan.

Contoh yang mudah dilihat untuk memahami bentuk seni heralan, antara lain Sisingaan dari Kabupaten Subang atau Kuda Renggong. Para pemain dalam kesenian ini melakukan gerakan-gerakannya sambil berjalan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Menurut Sanusi, Kota Bogor juga memiliki berbagai jenis seni helaran. Diantaranya seni Langgir Badong, Wayang Hihid, Garuda Ngapak dan Rengkak Ayakan. Kesemua itu rencananya akan ditampilkan dalam Helaran nanti. Selain itu juga akan ditampilkan peragaan kostum Uncal dan bunga Raflesia.

Beberapa sanggar seni yang ada di Kota Bogor terus berupaya berinovasi dan mengembangkan seni helaran. Sebagian diantaranya telah meraih penghargaan di berbagai ajang pagelaran seni di berbagai daerah. Diharapkan semangat berinovasi dan berkreasi terus hidup di tengah para pengabdi seni, sehingga kelak Kota Bogor akan memiliki lebih banyak seni helaran. 
(Advertorial)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga