"Kapasitas Lapas Paledang 634 orang, jumlah penghuni saat ini 1.206 orang. Kami kelebihan kapasitas sebanyak 572 orang, atau 47,43 persen," kata Kepal Lapas Kelas IIA Bogor Asep Syarifuddin di Bogor, Minggu.
Asep merinci penghuni Lapas Paledang terdiri atas 449 narapidana narkoba dan 332 kriminal umum, 146 tahanan narkoba dan 259 tahanan kriminal umum.
Apabila dikelompokkan secara jenis kelamin, dari 1.206 orang warga binaan di Lapas Paledang terdiri dari 1.119 orang laki-laki, 58 orang perempuan, 26 orang anak pria dan dua orang anak perempuan serta satu warga negara asing.
"Mengantisipasi kelebihan kapasitas kami selalu mengirimkan warga binaan ke sejumlah Lapas yang ada di Bandung, Karawang, tetapi jumlah tahanan ini terus bertambah. Jika dirata-ratai per hari ada lima orang," kata Asep.
Asep menyebutkan rencana pendirian Lapas baru di kawasan Pasir Jambu akan direalisasikan pada 2015 nanti, dimana lahan tersebut akan dibangun Lembaga Pembinaan Khusus Anak sebagai daerah percontohan.
Menurut dia, pembangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak sudah sangat mendesak dengan adanya Undang-Undang Peradilan Anak.
"Lembaga peradilan anak ini akan menjadi percontohan bagi Indonesia," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menanggapi terkait kelebihan kapasitas di Lembaga Paledang sebagai ranah dari Kementerian Hukum dan HAM. Namun pihaknya telah memasukkan Lapas sebagai kawasan pembinaan bersamaan dengan Stasiun Besar Bogor serta Taman Topi.
"Nanti di seputaran kawasan Lapas Stasiun Besar Bogor dan Taman Topi karena berada di satu kawasan akan disesuaikan penataannnya, akan dikaji secara bersama-sama bila masih terjadi kepadatan makan usulannya direlokasi," kata Bima.
Terkait upaya pencegahan jumlah tindak kriminalitas dan menekan angka penghuni Lapas Paledang, menurut Bima hal tersebut masuk dalam ranah kepolisian, terlebih lagi 60 persen penghuni Lapas adalah kasus narkoba.
"Jadi Pemerintah Kota hanya fokus pada pembinaan, terkait hukum dan HAM ada kepolisian. Pemerintah berupaya melakukan pencegahan dengan membangun sarana fasilitas umum seperti GOR agar penggunaannya oleh kalangan remaja dioptimalkan, dan kita akan jadikan itu pusat kegiatan dengan menggandeng pihak ketiga, supaya komunitas anak masuk di dalamnya," kata Bima.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.