Bogor (Antaranews Bogor) - Kawanan perampok menggondol 16 unit hardisk komputer dan uang tunai Rp24 juta milik SMP Negeri 16 Kayu Manis, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sukanto di Bogor, Rabu, membenarkan peristiwa tersebut terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

"Pelaku diduga lebih dari satu orang, masuk ke sekolah dengan cara paksa dan mengikat dua orang petugas keamanan, lalu membawa kabur sejumlah barang berharga," kata Kompol Sukanto.

Kompol Sukantor, pelaku pencurian dengan kekerasan (curas-red) berjumlah empat orang, datang menggunakan kendaraan bermotor masuk dari gerbang depan sekolah.

Para pelaku langsung menodong dua petugas keamanan sekolah Supriatna (48) dan Tresna Anda Muliana (46) yang sedang bertugas dengan senjata tajam golok.

"Kedua Satpam diikat di pos jaga dengan menggunakan tali bendera warna putih dikaki dan tangan serta lakban pada bagian mulut," ujar Kompol Sukanto.

Setelah melumpuhkan dua petugas keamanan, seorang pelaku bertugas menjaga kedua satpam yang terikat dan tiga pelaku melakukan aksi penjarahan.

Para pelaku memasuki ruang laboratorium komputer, ruang guru, ruang Tata Usaha, dan koperasi. Pelaku masuk dengan cara memaksa merusak pintu.

"Pelaku membawa kabur 16 hardisk komputer di laboratorium, satu gitar elektronik, orgen, dan uang tunai Rp24 juta yang tersimpan di koperasi sekolah, total kerugian ditaksi Rp128 juta," ujarnya.

Pelaku beraksi selama satu jam lebih, karena harus membongkar komputer untuk mengambil "hard disc". Setelah mengambil seluruh benda berharga, pelaku lari dengan menggunakan sepeda motor.

Sementara dua petugas keamanan dibiarkan terikat hingga petugas kebersihan sekolah datang dan melaporkan kejadian ke pihak berwajib.

"Laporan masuk pukul 06.00 WIB, petugas langsung mendatangi lokasi dan melepas tali ikatan kedua satpam. Kami juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanah Sareal, AKP Beben Sinaga mengatakan, pihaknya menggunakan anjing pelacak dari Mako Brimob Klapadua untuk mengejar pelaku.

"Anjing melacak lokasi tempat yang dimasuki oleh pelaku, setelah itu mengejar arah lari pelaku sampai ke Cilebut, disana kita kehilangan jejak," ujar AKP Beben.

AKP Beben mengatakan, petugas masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku perampokan. Dengan bantuan keterangan dua petugas keamanan untuk mengetahui ciri-ciri para pelaku.

Aksi pencurian sudah yang kedua kali terjadi di SMPN 16 Kayu Manis. Sebelumnya sekitar empat bulan lalu, pencurian membawa lari dua unit CPU komputer sekolah.

"Empat bulan lalu kasusnya pencurian, tidak disertai kekerasan. Kali ini pencurian disertai kekerasan dengan mengikat petugas, tetapi petugas tidak dilukai," ujar AKP Beben.

Beben menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan Polres Bogor Kota untuk memburu pelaku dan mengantisipasi aksi serupan di daerah lain di Kota Bogor.

"Setelah melakukan pengejaran sampai di Depok, ternyata di sana juga sudah dua minggu berturut-turut kejadian serupa terjadi. Sasarannya sekolah, kantor pemerintah. Ciri-ciri pelaku juga sama, kecil-kecil dan berusia sekitar 28 an tahun," ujar AKP Beben.

Pewarta: Laily Rahmawati
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026