Sukabumi (Antaranews Bogor) - Produk daur ulang karung goni hasil pengrajin kerajinan tangan usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata mampu menembus pasar Eropa.

Produk kerajinan tangan warga Jalan Raya Setugunung, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit yang sudah dikembangkan selama belasan tahun ini oleh pemilih UMKM tersebut yakni Iwan Goni ternyata selain produknya bisa menembus pasar Eropa, ternyata omsetnya setiap bulannya sudah mencapai puluhan juta rupiah dan mampu menyerap tenaga kerja.

"Mayoritas pembeli produk saya ini berasal dari luar negeri seperti dari negara-negara Eropa dan beberapa negara di Asia dan Asean, mereka biasanya membeli barang dari daur ulang karong goni ini untuk digunakan sehari-hari atau menjadi oleh-oleh khas Indonesia khususnya Kabupaten Sukabumi," kata Iwan kepada Antara, Selasa.

Menurutnya, produk daur ulang karung goni tersebut berupa tas, dompet, baju, rompi, topi dan lain-lain. Bahkan, setiap ada pameran seperti di Jakarta Convention Center dan di Bali ia selalu diundang untuk memasarkan dan mempromosikan produknya tersebut. Untuk harga produk daur ulangnya tersebut ia hargai mulai dari Rp25 ribu sampai Rp500 ribu tergantung besar kecilnya dan kualitas barangnya.

Diakuinya, dirinya juga saat ini masih kesulitan mencari tenaga kerja khususnya yang bisa menjahit karung goni tersebut menjadi suatu barang seperti tas dan rompi. Karena untuk menjahit karung itu perlu kemampuan lebih sebab berbeda cara menjahitnya atau tidak sama seperti menjahit baju.

Namun demikian, pihaknya akan terus mengembangkan produknya ini agar masyarakat sekitar juga mampu meniru usahanya itu dan untuk bahan baku pun ia siap menyediakannya. Lebih lanjut, untuk saat ini memang banyak pengrajin dari luar Sukabumi yang mencoba meniru produknya, tapi tidak bisa menyaingi kualitasnya, karena setiap produk yang dibuatnya itu harus memiliki standar kualitas yang ditentukannya.

"Produk saya saat ini sudah menjadi khas Kabupaten Sukabumi dan jika ada siapapun yang ingin belajar bisa datang langsung ke rumahnya agar produk karya anak bangsa bisa terus berkembang dan mampu menyaingi gempuran produk asing," tambahnya.

Di sisi lain, Iwan mengatakan hambatan dalam mengembangkan produk ini adalah masih banyak warga khususnya di Kabupaten Sukabumi yang gengsi menggunakan produk asli buatan tangan anak negeri ini, padahal dengan menggunakan produk dalam negeri turut membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan warga luar negeri yang sangat tertarik dengan produk karya anak bangsa Indonesia khususnya produknya tersebut.

"Namun demikian, usaha yang saya promosikan ini secara perlahan bisa diterima oleh warga Sukabumi dan sudah mulai banyak yang menggunakan produk saya ini diharapkan ke depannya, produk daur ulang karung goni ini bisa menjadi ikon utama Sukabumi," katanya.


Pewarta: Aditya A Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026