Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pialang berjangka PT Didi Max Berjangka (Didimax) mengandalkan program edukasi serta legalitas usaha sebagai strategi untuk menarik minat masyarakat yang ingin bertransaksi di pasar perdagangan berjangka.
Didimax menyatakan telah beroperasi sejak 1999 dan memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Perusahaan juga menjadi anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Menurut perusahaan, legalitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan calon trader sebelum memilih broker karena berkaitan dengan kepastian pengawasan regulator dan perlindungan terhadap nasabah.
Selain aspek legalitas, Didimax juga menawarkan berbagai program edukasi bagi masyarakat, mulai dari seminar, webinar, kelas privat, hingga analisis pasar harian. Program tersebut ditujukan untuk membantu trader, terutama pemula, memahami analisis teknikal, analisis fundamental, serta manajemen risiko sebelum melakukan transaksi menggunakan akun riil.
Dalam mendukung aktivitas perdagangan, Didimax menyediakan platform MetaTrader 5 (MT5) yang dilengkapi fitur analisis pasar, eksekusi transaksi, serta dukungan penggunaan Expert Advisor (EA). Platform tersebut dapat digunakan untuk memperdagangkan berbagai instrumen, antara lain valuta asing (forex), emas, perak, indeks, dan komoditas lainnya.
Perusahaan juga menyediakan sejumlah layanan pendukung, seperti layanan pelanggan, analisis pasar harian, spread yang kompetitif pada berbagai instrumen, serta fasilitas deposit dan penarikan dana melalui perbankan lokal. Akses transaksi dapat dilakukan melalui komputer maupun perangkat bergerak.
Didimax menilai calon trader perlu memperhatikan sejumlah aspek sebelum memilih broker, di antaranya legalitas, transparansi biaya transaksi, penggunaan rekening terpisah (segregated account), stabilitas platform perdagangan, serta ketersediaan layanan edukasi dan dukungan pelanggan.
Perusahaan menyatakan terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai perdagangan berjangka melalui berbagai program edukasi yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
Meski demikian, calon investor tetap disarankan melakukan penilaian secara mandiri terhadap layanan yang ditawarkan setiap broker, termasuk memahami risiko investasi dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing sebelum membuka akun perdagangan.
Pewarta: AntaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.