"Kalau sudah dipasang rambu diperkirakan pengendara sudah mengetahui lokasi lubang,"
Bekasi (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, segera menempatkan rambu di sejumlah lokasi kerusakan jalan guna meminimalisir dampak kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan berlubang.

"Kami akan memasang rambu peringatan jalan rusak karena proses perbaikannya baru bisa dilaksanakan saat cuaca cerah," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Pemkota Bekasi, Tri Adhiyanto, di Bekasi, Minggu.

Menurutnya, perbaikan jalan yang dipaksakan pada saat musim hujan akan berdampak pada kualitas pengerjaan yang tidak maksimal sehingga jalan mudah rusak.

Tri mengaku desakan pemasangan rambu tersebut juga disampaikan Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota terkait jalan rusak.

Tri mengatakan, rambu-rambu itu bisa dituliskan pemberitahuan jalan berlubang. Sehingga, pengendara yang melintas bisa mengetahui kondisi jalan tersebut.

"Kalau sudah dipasang rambu diperkirakan pengendara sudah mengetahui lokasi lubang," jelasnya.

Tindakan ini, kata dia, hanya dilakukan sementara saja, tidak secara permanen selama kerusakan jalan masih terjadi.

Saat ini, baru Jalan Sultan Agung yang tengah dilakukan perbaikan. Hanya saja, kewenangan perbaikan jalan tersebut langsung ditangani oleh pemerintah pusat.

"Termasuk jalan Jendral Sudirman, sudah dalam pengerasan oleh kementerian pekerjaan umum," katanya.

Kabid Bina Marga, Arief Maulana, menambahkan, rambu itu dipasang untuk memperingatkan kepada pengguna jalan agar terhindar dari kecelakaan.

Sejauh ini pihaknya terus mendata seluruh jalan rusak yang ada di wilayah setempat.

"Kerusakan itu hampir di seluruh wilayah terdapat jalan rusak," ujarnya.

Data melalui Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota menyebutkan dua pengendara dinyatakan tewas seketika usai menghindari jalan berlubang sejak sepekan lalu di wilayah setempat.

Keduanya jatuh setelah tidak bisa mengatur keseimbangan kendaraannya. Akibatnya, kedua korban terlindas bus antarkota antarprovinsi.

Korban masing-masing bernama Ida Yulian (23) tewas terlindas bus setelah gagal menghindari jalan berlubang di Jalan Raya Cut Mutiah, Bekasi Timur.

Satu korban lainnya bernama Setiawan (23) juga menghembuskan nafas terakhir setelah berusaha menghindari lubang di Ir H Juanda, Bekasi Timur, dan terlindas bus Kramat Djati.



Pewarta: Andi Firdaus
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026