"Boleh saja orang mengatakan ini kampanye. Tapi kami disini bukan untuk berkampanye, tapi wujud bakti sosial dan kepedulian kami kepada masyarakat yang terkena musibah,"Bogor (Antaranews Bogor) - Sejumlah calon anggota legislatif Partai Hanura dari Daerah Pemilihan Jawa Barat memberikan batuan mie instan kepada warga korban longsor dan pergeseran tanah di Kampung Gombong, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah bencana. Kami dengan segenap kemampuan yang ada membantu sebagai wujud bakti sosial Partai Hanura," ujar Ketua Ikatan Wanita Hanura,Amelia Ahmad Yani, Selasa.
Amelia mengatakan, bencana yang terjadi di seluruh Indonesia menjadi cobaan yang harus turut dirasakan oleh semua dengan saling berbagi dan membantu.
"Partai Hanura memiliki kepedulian pada masyarakat yang terkena musibah, atas permintaan dari Wiranto dan Hary Tanoe kami memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Amilia.
Dikatakannya, bantuan bakti sosial untuk korban bencana alam tidak hanya dilakukan di Sukamakmur Kabupaten Bogor. Partai Hanura juga memberikan bantuan ke korban banjir Jakarta, longsor Jawa Barat, dan Sinabung.
Sekitar lima orang caleg yang didampingi Ketua ikatan wanita Hanura membagikan bingkisan mie instan kepada ratusan warga yang mengungsi di Desa Cibadak. Bingkisan mie instan yang dilengkapi oleh gambar pasangan Wiranto dan Hary Tanoe serta caleg Hanura tersebut disambut baik oleh warga.
Saat disinggung terkait kampanye hitam dengan memberikan bantuan bergambar pasangan calon dari Partai Hanura, Amelia berpendapat hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan.
"Boleh saja orang mengatakan ini kampanye. Tapi kami disini bukan untuk berkampanye, tapi wujud bakti sosial dan kepedulian kami kepada masyarakat yang terkena musibah," ujarnya.
Turut hadir dalam pembagian bantuan mie instan untuk korban longsor Sukamakmur caleg DPR RI dari Jawa Barat Candra Negara, dan caleg DPRD Kabupaten Bogor Achmad Rosidi.
Lisnawati (22) salah satu warga yang mengungsi mengaku bantuan terus berdatangan ke lokasi longsor. Ia merasa tidak kesulitan mendapatkan logistik seperti beras, mie, sarden, gula dan lainnya.
"Untuk logistik cukup, cuma untuk tikar dan selimut masih kurang," ujarnya.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.