Istanbul (ANTARA) - Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Nepal bertambah, menjadi 389 orang, menurut data yang diumumkan pihak kepolisian Nepal dan dilaporkan media setempat, Kamis (27/8).

Menurut laporan Ratopati, pihak kepolisian juga mengkonfirmasi setidaknya sebanyak 466 orang mengalami cedera.

DIstrik Chitwan mencatatkan jumlah korban tewas tertinggi dengan 137 korban yang dievakuasi dari wilayah tersebut. Nawalparasi Timur mencatatkan jumlah tertinggi kedua dengan 87 korban tewas.

Baca juga: 558 orang, termasuk 260 WN asing, hilang dalam banjir di perbatasan China dan Nepal
Baca juga: Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 148 orang dan 58 lainnya hilang

Korban tewas juga dilaporkan ditemukan di distrik Dhading, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, Nawalparasi Barat, dan Rasuwa.

Sementara itu, sebanyak 8.348 petugas kepolisian dikerahkan ke daerah-daerah terdampak untuk operasi penyelamatan dan bantuan bencana.

Sejumlah 18 personel kepolisian masih belum diketahui nasibnya, sementara pihak kepolisian masih terus melanjutkan operasi pencarian korban hilang.

Banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat melanda perbatasan Nepal-China pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat, dengan banjir yang berasal dari sisi Nepal menghantam gerbang perbatasan Gyirong Port di wilayah Gyirong, Tibet, China.

Sumber: Anadolu

 



Pewarta: Nabil Ihsan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026