Bogor (Antaranews Bogor) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, mengamanatkan kepada Institut Pertanian Bogor untuk membuka perguruan tinggi di luar wilayah sehingga masyarakat luas dapat mengakses pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.

"Saya menyarankan agar IPB membuka perguruan tinggi di luar wilayah sehingga masyarakat luar daerah bisa menikmati kejayaan IPB," ujar mendikbud dalam jumpa pers pada acara Dies Natalis IPB ke-50, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat.

Mendikbud mengatakan distribusi pendidikan di Provinsi Jawa Barat sangat jelek, tidak sesuai dengan jumlah penduduknya yang sangat besar.

Dikatakan Menteri, jumlah peguruan tinggi di wilayah Jawa Barat bisa dihitung dengan jari atau kurang dari 10 diantaranya, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, IAIN Bandung, UPI, dua poli teknik di Bandung.

"Bila dibandingkan dengan Jawa Timur itu jumlah perguruan tingginya habis jari tangan saya menghitungnya," kata Menteri.

Rendahnya jumlah distribusi pendidikan di Jawa Barat yang tidak sesuai dengan populasi penduduknya mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencanangkan Program Pendidikan di luar domisili (PPD).

"Saya memberikan mandat kepada IPB untuk melakukan expansi dengan mendirikan perguruan tinggi di luar domisili," ujar Menteri.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, lanjut Menteri, dengan adnaya expansi pendidikan ini, masyarakat di wilayah tertinggal misalnya seperti Tasikmalayani dan Ciajur bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar dari kampung halamannya.

Hal ini, lanjut Menteri, dengan adanya Program Pendidikan di luar Domisili ini masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah dapat menghemat biaya karena tidak harus belajar jauh ke Jawa.

"Ada IPB di Tasik, ada IPB di Cianjur, jadi bisa kuliah tanpa meninggalkan kampung halaman kan menghemat biaya," ujarnya.

Terkait kapan akan direalisasikan dan seperti apa teknisnya, Menteri menyebutkan pada 2014 program tersebut sudah diharapkan dapat berjalan. Tidak hanya IPB, tapi perguruan tinggi lainnya yang ada di Jawa Barat akan dilibatkan untuk mengembangkan pendidikan di seluruh wilayah Parahiyangan tersebut.

Sementara itu, Rektor IPB Profesor Herry Suhardiyanto MSc, menyatakan IPB siap untuk melaksanakan mandat Mendikbud tersebut dan akan segera merealisasikannya.

Ditambahkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Profesor Yonnie Koesmaryono mengatakan, bahwa IPB telah memiliki program yang sama seperti dimandatkan oleh Mendikbud.

"Program tersebut kami namakan, Akademi Komunitas yang sudah dibuka tahun ini. Ada empat daerah yang melaksanakan kegiatan ini yakni Kabupaten Aceh Tamiang (Nanggro Aceh Darussalam), Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Lembata (Nusa Tenggara Timur) dan Kepulauan Yapen (Papau)," ujar Profesor Yonnie.

Profesor Yonnie mengatakan, program pendidikan ini dikhususkan bagi Diploma dua dan diploma satu. Dimana masa belajar selama dua tahun ditangani oleh pengajar IPB dan selanjutnya akan diajarkan oleh pendidik setempat.

Dijelaskannya, staf pengajar dalam program studi di luar domisili, terdiri dari staf pengajar IPB, staf pengajar dari daerah asal, juga merekrut pengajar dari kalangan praktisi di daerah seperti perkebun kopi, pembudidayaan ikan dan sebagainya.

Lebih lanjut Profesor Yonnie menyebutkan, setelah dua tahun atau tepatnya 2015, Program Studi di Luar Domisi tersebut diharapkan menjadi Akademi Komunitas di daerah tersebut, dimana Pemerintah Daerah sebagai penyelenggara dan IPB sebagai pembina saja.

"Untuk Program Studi setara D2 di masing-masing daerah berbeda tergantung potensi dan kebutuhan sumberdaya manusia," ujarnya.




Pewarta: Oleh Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026