"Pemberian gerobak untuk PKL ini merupakan program Kementerian Pedagangan tahun 2013. Ada sekitar 400 gerobak yang diberikan kepada seluruh PKL di Indonesia, dan Kota Bogor mendapat 30 gerobak," kata Kepala Subbidang Pemasaran dan Fasilitasi Usaha Kementerian Perdagangan Noviani Ristanti dalam acara penyerahan gerobak bantuan kepada para PKL di Kota Bogor, Jumat.
Ia menjelaskan pemberian gerobak dalam rangka penataan dan pemberdayaan PKL di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bogor.
Hal itu, katanya, untuk mengubah stigma PKL menjadi pedagang yang kreatif, tertib, tertata, rapi, dan aman.
"Program penataan ini salah satu bukti kepedulian dan keberpihakan pemerintah kepada kelompok usaha ekonomi rakyat," kata Noviani.
Selain program pemberian gerobak kepada PKL, Kementerian Perdagangan juga siap memfasilitasi akses pemasaran terhadap usaha mikro tersebut, dengan mempertemukan dua pengusaha yang saling membutuhkan.
"Kita siap mempertemukan pengusaha mikro dengan pengusaha ritel modern. Selain itu untuk lebih meningkatkan daya saing, kami juga siap memberikan pelatihan kepada para pengusaha mikro," ujarnya.
Kementerian Perdagang terus memfasilitasi pengusaha kecil menengah agar terus berkembang dengan terus mengajak pihak swasta untuk membantu para pengusaha mikro.
"Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan para pengusaha bisa membantu tumbuh kembangnya PKL yang lebih berdaya saing dan tertata rapi," ujarnya.
Penyerahan 30 gerobak bantuan Kenmendag kepada para perwakilan perdagang dilakukan secara simbolis oleh Kasubdit Pemasaran dan Fasilitasi Usaha Kementerian Perdagangan Noviani Ristanti kepada Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru`yat di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, di Jalan Dadali Tanah Sareal, Kota Bogor.
Selanjutnya, gerobak yang diterima Wakil Wali Kota Bogor diserahkan kepada perwakilan PKL, Muhammad Nurhidayat yang sehari-hari berjualan bubur, di sekitar Batu Tulis Kecamatan Bogor Selatan.
Achmad Ru`yat mengatakan para PKL Kota Bogor yang mendapat bantuan dari Kementerian Perdagangan adalah binaan Pemerintah Kota Bogor di zona Batu Tulis.
"Mereka adalah para PKL yang menempati `zoning-zoning` yang telah diatur oleh Pemkot Bogor," ujarnya.
Ia mengharapkan program bantuan gerobak untuk para PKL tersebut dapat terus berkelanjutan, sehingga seluruh pedagang kaki lima di Kota Bogor dapat tertata rapi.
"PKL bukan untuk digusur, tapi untuk diberikan pembinaan dan penataan," kata Ru`yat.
Pewarta: Oleh Laily RahmawatiUploader : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.