minapolitan-masih-jadi-asa-nelayan-sukabumiSukabumi, 29/12 (ANTARA) - Ribuan nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat nampaknya masih harus banyak bersabar dengan belum terwujudnya pembangunan kawasan minapolitan akibat berbagai kendala.
Asa untuk menjadi nelayan dengan penghasilan lebih layak masih terbentur adanya pembebasan lahan 8,8 hektare yang berada di Kampung/Desa Cemara, Kecamatan Palabuhanratu hingga kini belum juga tuntas.
Sengketa antara warga dan PT Pertamina sebagai pemilik lahan telah menjadi pemicu terhambatnya program itu.
Sengketa dan pembebasan lahan pun terus berlanjut sehingga pemerintah pusat terpaksa harus menunda pembangunan kawasan minapolitan yang pertama di Indonesia ini selama satu tahun dari rencana awal pada 2012 menjadi 2013, walaupun semua konsep sudah siap dan master plannya pun sudah selesai.
"Sebenarnya jika pembebasan lahan ini tuntas, maka pembanguan kawasan minapolitan sudah bisa dilaksanakan sejak awal, tetapi karena ada hambatan tersebut terpaksa kami harus menunda dahulu," kata Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Arief Rahman Lamatta Kamis.
Menurut informasi terakhir, sudah ada kesepakatan harga antara pemilik lahan dalam hal pembebasan tanah untuk kawasan minapolitan yang nantinya akan berdiri di areal seluas 30 hektare dan pembangunannya memakan biaya Rp500 miliar dari APBN tersebut.
Namun, karena pihak pemilik lahan meminta tenggang waktu untuk pembebasan lahan terpaksa, pembebasan lahan pun harus molor. Tetapi, dikatakan Arief pihaknya yakin setelah ada keputusan tersebut pembangunan kawasan Minapolitan tidak akan kembali ditunda pada 2013.
"Semua sudah tuntas tinggal menunggu pembebasan lahan di Kampung Cemara tersebut, sehingga tidak ada lagi hambatan yang berarti pada rencana pembangunan ini. Karena jika pembangunan ini lebih cepat maka kesejahteraan warga pun bisa meningkat dengan cepat sebab akan membuka peluang usaha di Palabuhanratu," tambahnya.
Menurutnya, kegiatan nelayan sekarang hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah setempat atau bahkan hanya mengandalkan pinjaman dari "rentenir" atau lintah darat yang menyebabkan nelayan di sini mayoritas hidupnya di bawah garis kemiskinan.
Pembangunan minapolitan ini nantinya juga akan dibangun beberapa sarana penunjang lainnya seperti Pelabuhan Perikanan Samudera, tempat pengawet dan pengolahan ikan, serta sarana-sarana lainnya.
"Sehingga tujuan utama dari pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI adalah untuk kesejahteraan masyarakat serta untuk menjalin kerja sama antarbangsa. Karena di lokasi PPS tersebut nantinya akan masuk kapal-kapal penangkap ikan dari luar negeri," kata Arief.
Lebih lanjut, dengan adanya kawasan minapolitan ini akan meningkatkan pembangunan di Kabupaten Sukabumi, karena dipastikan akan banyak insvestor yang datang ke Palabuhanratu khususnya untuk menanamkan modalnya. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada seluruh elemen baik masyarakat maupun legislatif dan eksekutif setempat ikut mendukung progam pemerintah pusat ini.
Bantuan Luar Negeri
Pembangunan kawasan minapolitan juga tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi menurut Kepala PPNP Arief Rahman, pembangunan juga mengandalkan bantuan dari luar negeri. Rencananya, pembangunan kawasan minapolitan juga bisa dilaksanakan setelah adanya kucuran bantuan tersebut, sehingga tidak hanya pembebasan lahan saja yang menghambat pembangunan ini.
Tetapi, kucuran dana tersebut, kata Arief, secara otomatis akan turun jika semua permasalahan dalam rencana pembangunan ini selesai. Namun, pembangunan akan tetap sesuai rencana karena sesuai jadwal 2013 harus sudah mulai dilakukan pembangunan, jadi apakah dana bantuan tersebut turun atau tidak, tidak akan mengganggu jadwalpembangunan yang sudah ditetapkan.
"Sesuai jadwal, pembangunan kawasan Minapolitan akan tetap dilakukan, sehingga tidak ada lagi kemoloran jadwal yang menyebabkan terjadinya permasalahan di kemudian hari. Soal bantuan, itu semua diserahkan kepada pusat, karena pembangunan ini sudah sangat mendesak," kata Arief.
Direncanakan, pembangunan kawasan Minapolitan akan tuntas pada 2015 mendatang. Pada tahun pertama pembangunan rencananya akan dibangun jembatan dahulu. yang kemudian setelah itu akan dibangun kolam untuk tempat parkir kapal-kapal besar yang bersandar di Palabuhanratu.
Rencana pembangunan kawasan Minapolitan ini ternyata sangat didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemkab sudah membangun sarana dan prasarana penunjang agar pembangunan kawasan Minapolitan di Palabuhanratu sukses dan lancar.
Wakil Bupati Sukabumi Ahmad Jajuli mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan persiapan untuk menyambut pembangunan kawasan minapolitan di Palabuhanratu yang menurut informasi akan dilaksanakan awal 2013 mendatang.
Bangunan penunjang tersebut seperti tempat pengawetan ikan, tempat pengolahan ikan, resto ikan segar dan lain-lain sebagai sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan minapolitan lainnya.
"Kami sangat mendukung pembangunan kawasan Minapolitan di Palabuhanratu, dukungan itu kami tuangkan dalam pembangunan sarana serta prasarana penunjang pembangunan," kata Jajuli.
Selain itu, dukungan yang diberikan pemerintah juga tidak hanya sebatas pembangunan sarana dan prasarana penunjang, tetapi juga sebagai penengah negoisasi kesepakatan harga dalam pembebasan lahan.
Dukungan pemerintah daerah setempat juga dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi dengan memberikan pemahaman kepada
masyarakat dan nelayan akan pentingnya pembangunan di kawasan Minapolitan.
"Dukungan kami terus mengalir agar pembangunan ini bisa dilaksanakan tepat waktu, karena kami sudah sangat mendambakan pembangunan di Palabuhanratu, di sisi lainnya juga kami akan menikmati pembangunan tersebut. Seperti bisa dengan mudah menarik investor untuk datang ke Kabupaten Sukabumi umumnya untuk menanamkan modalnya," tambah Jajuli.
Harapan Nelayan
Pembangunan kawasan Minapolitan menjadi harapan ribuan nelayan di Sukabumi yang saat ini kondisinya hampir 80 persen belum sejahtera karena masih minimnya alat tangkap dan tingginya ongkos melaut.
Selama ini nelayan yang mau menangkap ikan masih bergantung kepada para tengkulak bahkan renternir karena minimnya biaya untuk melaut.
Dengan adanya kawasan Minapolitan ini para nelayan berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak karena jika ada PPS, maka kapal nelayan dari luar daerah dan negeri akan berdatangan. Nantinya para nelayan bisa ikut bekerja di kapal tersebut dan tidak perlu lagi harus meminjam uang kepada rentenir.
"Kami sangat berharap pembangunan kawasan Minapolitan bisa segera dilaksanakan, karena itu merupakan harapan kami sebagai nelayan yang hanya mengandalkan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya," kata Pelaksana Harian Ketua Himpunan Nelayan Seluruh
Indonesia (HNSI) Cabang Sukabumi Tendi Sudama.
Hasil tangkapan nelayan khususnya di Palabuhanratu sampai saat ini masih kurang memuaskan, karena minimnya alat tangkap dan serta peralatan yang masih sangat tradisional, sehingga raihan ikannya pun tidak terlalu besar.
Padalah potensi perikanan tangkap di Palabuhanratu merupakan salah satu "spot" atau titik terbaik di Indonesia, selain melimpah produksi ikannya, keanekaragaman jenis ikannya pun cukup banyak.
"Hampir semua jenis ikan konsumsi ada di Palabuhanratu, namun produksi ikan di laut saat ini belum bisa diperoleh secara maksimal karena minimnya dan tradisionalnya alat tangkap," tambahnya.
Harapan nelayan Palabuhanratu itu tentunya harus menjadi perhatian pemerintah untuk lebih memberdayakan mereka serta mengoptimalkan potensi perikanan setempat.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.