Gorontalo (ANTARA) - Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi hiu paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Romi Moge di Gorontalo, Senin, mengatakan jumlah pengunjung wisata hiu paus selama dua hari terakhir mencapai 475 orang.

"Kemarin Pokdarwis (Kelompok sadar wisata) melaporkan kunjungan baru sekitar 75 orang di dua pangkalan. Hari ini ada 400 pengunjung," kata Romi.

Ia menjelaskan lonjakan kunjungan tersebut tidak terlepas dari penyelenggaraan PENAS XVII, yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Peserta Penas KTNA asal Sukabumi kunjungi objek Wisata Hiu Paus Botubarani di Gorontalo
Baca juga: Wisata Hiu Paus di Gorontalo tingkatkan ekonomi pelaku UMKM Desa Botubarani

Menurut dia, banyak peserta PENAS memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi destinasi wisata unggulan Gorontalo tersebut dan merasakan pengalaman melihat hiu paus dari jarak dekat.

"Masih ada beberapa hari lagi PENAS, Kami berharap masih banyak lagi peserta yang berkunjung ke hiu paus," katanya.

Wisata hiu paus Botubarani menjadi salah satu destinasi unggulan Gorontalo yang dikenal karena aksesnya yang mudah dijangkau. Lokasinya hanya sekitar 15 menit dari pusat Kota Gorontalo dan pengunjung dapat melihat hiu paus dengan menggunakan perahu yang berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Baca juga: Hiu Paus di objek wisata Botubarani Gorontalo menghilang sejak kemunculan dua ekor Orca

Selain akses yang dekat, biaya wisata yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Pengunjung dikenakan tarif Rp100 ribu per orang untuk menggunakan perahu, sedangkan perahu kaca dikenakan tarif Rp450 ribu per orang.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap momentum PENAS XVII dapat memperkenalkan destinasi wisata hiu paus Botubarani kepada peserta dari seluruh Indonesia sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat yang terlibat dalam pengelolaan wisata.



Pewarta: Faradila Alim
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026