Depok (ANTARA) -

Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik Universitas Indonesia (CCIT FTUI) menyelenggarakan kegiatan Induction Days yang digabungkan dengan Creative Exhibition, Selasa (18/8).

Manager Modernisasi Akademik sekaligus staf pengajar CCIT FTUI,  Riza Muhammad Nurman   di Depok, Selasa menjelaskan bahwa Induction Days adalah masa persiapan belajar atau masa pengenalan lingkungan institusi bagi mahasiswa baru.

"Sebuah kegiatan yang kita beri nama Induction Days. Atau orang sering menyebutnya adalah masa persiapan belajar atau ospek seperti itu di CCIT FTUI. Jadi anak-anak di sini belajar mengenal tentang CCIT FTUI, kemudian bagaimana aturan-aturan yang ada di dalam institusi tersebut, bagaimana cara mengikuti pembelajarannya, dan seterusnya ada di Induction Days," ujar Riza.

Kegiatan ini tidak hanya berupa pengenalan akademik, tetapi juga digabungkan dengan Creative Exhibition — pameran karya mahasiswa dari berbagai jenjang semester. Mulai dari mahasiswa semester 1 hingga semester atas, karya-karya mereka ditampilkan dalam ajang tersebut.

"Di Creative Exhibition ini adalah tempat di mana anak-anak ini berkreasi dan menampilkan karya-karya mereka selama belajar di CCIT FTUI. Baik itu yang dari semester 1, 2, 3," tambahnya.

Baca juga: CEP CCIT FTUI gelar open house, Edukasi digital dan wawasan industri generasi muda

Riza mengatakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya sekadar belajar di kelas, tetapi juga dapat mempertanggungjawabkan hasil proses belajar mereka kepada orang tua, institusi, dan masyarakat luas.

"Kita ingin mereka memberikan tanggung jawab kepada orang tuanya, kepada kita semua, 'Ini lah hasil karya selama belajar di CCIT FTUI'," tegas Riza.

Saat ini terdapat sekitar 500 mahasiswa yang aktif di CCIT FTUI, terbagi dalam berbagai program studi Teknologi Informasi, Kartun Multimedia, Digital Marketing, dan lainnya.

Kegiatan empat hari ini juga menghadirkan pemateri dari praktisi industri. Di antaranya dari Todak Malaysia serta Melon Gaming. Riza menekankan bahwa kolaborasi dengan dunia industri sangat penting untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja nyata.

"Sekarang itu kan eranya sudah beda dari era dulu. Di mana sekarang itu akademis itu harus erat hubungannya dengan industri. Karena bagaimanapun kita adalah sebagai salah satu jembatan persilangan yang menghubungkan antara mahasiswa tersebut dengan industrinya," ungkapnya.

Berbeda dengan masa pengenalan mahasiswa baru pada umumnya, kegiatan ini lebih mengutamakan aspek informatif dan intelektual.

"Lebih ke arah informatif. Kalau kegiatan fisik yang berat, di era sekarang sudah jarang dilakukan," jelas Riza.

Baca juga: FTUI-Qualcomm kerja sama gelar pelatihan teknologi selular era 5G


Sementara itu Head of Marketing and Partnership Todak Nusantara Novita S mengatakan kami menyiapkan sejumlah program kolaborasi mencakup AI Robotics, 3D Animation, hingga E-sports. Kerja sama ini diperkenalkan dalam kegiatan Masa Orientasi Studi (MOS) mahasiswa baru CCIT FTUI yang sedang berlangsung.

Ia menjelaskan Todak Group bermula dari komunitas dan tim e-sports di Malaysia yang kini berkembang menjadi grup perusahaan dengan berbagai unit bisnis: studio kreatif, akademi, hingga merek perlengkapan gaming seperti Culture yang menjual kursi gaming Tron.

"Karena bergerak awalnya dari e-sport, kami juga mencoba menjelaskan seberapa luas industri e-sport itu sebenarnya. Banyak yang mengira karier di e-sport hanya soal menjadi pro player Mobile Legends yang terkenal dan berpenghasilan tinggi. Padahal itu hanya sebagian kecil saja," ujarnya.

Menurut dia ekosistem e-sport sangat luas dan membuka peluang karier yang beragam, mulai dari pelatih (coach), komentator pertandingan (caster), pengelola acara (event management), videografer, konten kreator, hingga manajemen tim. Bahkan latar belakang pendidikan tidak harus sejalan — praktisi di bidang ini ada yang berasal dari IT, akuntansi, maupun bisnis.

"Kami ingin membuka wawasan: apapun bidang studi yang sedang diambil, teman-teman bisa berkarier di industri ini. Tidak harus menjadi pemain. Banyak peran penting di balik layar yang sama berharganya dan sangat dibutuhkan," tambahnya.

Kolaborasi ini pun akan melahirkan program unggulan bernama E-sports Career Lab, yang direncanakan resmi diluncurkan pada bulan September 2026.

Program ini akan menawarkan pelatihan menyeluruh dengan empat pilar utama, didukung oleh pelatih dan praktisi berpengalaman — termasuk pemain profesional populer serta manajemen tim e-sports ternama.

"Walaupun Todak kini sudah tidak memiliki tim e-sports sendiri, kami justru semakin luas berkolaborasi dengan banyak tim dan pihak industri. Ke depannya, mahasiswa yang berprestasi dan memiliki kapabilitas mumpuni akan terbuka peluang untuk terlibat langsung dalam berbagai program bersama para profesional," jelasnya.

Kolaborasi Todak Nusantara dan CCIT FTUI diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dan industri digital, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026