Jakarta (ANTARA) - Polsek Tanjung Priok mendalami penyebab kebakaran rumah tinggal di Jalan Agung perkasa 4, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu pagi, yang menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga.
“Keempat korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah berinisial BH, ibu berinisial KB, anak berinisial PB dan menantu perempuan berinisial NPL,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, para korban tewas diduga akibat terjebak kobaran api dan asap, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran rumah itu. Dua orang berhasil selamat yang merupakan asisten rumah tangga.
Baca juga: Kebakaran gudang di Jakbar diwarnai ledakan beruntun pada Senin malam
Keempat korban sudah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati dan untuk penyebab kebakaran sendiri masih dalam tahap penyelidikan.
"Penyebab kebakaran masih kita dalami dan saat ini sedang berkoordinasi dengan Puslabfor," katanya.
Sebelumnya, empat orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah berlantai dua di Jalan Agung Perkasa Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu pagi.
"Empat orang meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka ringan dan mengalami syok," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Seorang meninggal usai rumahnya di Lubang Buaya Jaktim terbakar
Empat orang yang tewas itu berinisial BG (78), PM (55), KB (77) dan NP (50), sedangkan yang luka ringan dan syok, yakni LA (22) dan ER (27).
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah tinggal seluas 168 meter persegi itu diduga akibat fenomena listrik.
Berdasarkan keterangan saksi, kata Gatot, tetangga korban melihat ada asap hitam di lantai dua rumah pukul 04.00 WIB. Warga membantu memadamkan dengan alat pemadam api ringan, namun upaya tersebut tidak berhasil dan meminta bantuan tim pemadam kebakaran.
Pewarta: Mario Sofia NasutionUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026