Jakarta (ANTARA) - Filipina mendukung dokumen deklarasi para pemimpin ASEAN tentang kerja sama maritim untuk dipertimbangkan oleh para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pekan ini.
Menurut siaran pers ASEAN Filipina 2026 yang diakses di Jakarta, Kamis, Juru Bicara ASEAN Dominic Xavier Imperial mengatakan dokumen tersebut menekankan komitmen kawasan untuk memajukan kerja sama maritim melalui inisiatif konkret.
Ia menuturkan salah satu inisiatif konkret itu adalah dimasukkannya Forum Penjaga Pantai ASEAN (ACF) sebagai Badan Sektoral ASEAN dan usulan pembentukan Pusat Maritim ASEAN di Filipina.
Selain itu, Imperial mengatakan ada dua dokumen lain yang juga didukung Filipina untuk dipertimbangkan oleh para pemimpin ASEAN dalam KTT ASEAN ke-48 tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo bertolak ke Filipina untuk hadiri KTT ke-48 ASEAN
Dokumen kedua adalah Protokol Cebu untuk Mengubah Piagam ASEAN, yang akan menandai amandemen pertama Piagam ASEAN sejak penandatanganannya pada 2007.
Menurut Imperial, dokumen tersebut mencerminkan penguatan kelembagaan ASEAN yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung integrasi penuh Timor-Leste ke dalam blok regional.
Dokumen ketiga yaitu pernyataan para pemimpin ASEAN tentang tanggapan terhadap krisis Timur Tengah yang dihasilkan dari dua pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN pada Maret dan April.
Imperial menyebutkan bahwa pernyataan itu menguraikan tanggapan kolektif ASEAN terhadap krisis sambil membangun fondasi untuk koordinasi yang lebih kuat dalam keadaan darurat di masa mendatang.
Baca juga: Filipina pastikan KTT ke-48 ASEAN tetap digelar, tetapi disederhanakan
Juru bicara ASEAN itu menegaskan bahwa Filipina akan terus mendorong prioritas penting selama KTT ASEAN ke-48, termasuk keamanan energi, keamanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN, serta persiapan peringatan 50 tahun TAC, integrasi Timor-Leste, dan perkembangan Myanmar.
“Pada saat ketidakpastian geopolitik yang meningkat dan tantangan regional yang berkembang, Filipina menggarisbawahi pentingnya memperkuat otonomi strategis kawasan yang dipandu oleh sentralitas ASEAN, meningkatkan koordinasi kita sebagai komunitas bangsa-bangsa, dan menegaskan kembali tekad kita pada prinsip-prinsip hukum internasional yang telah lama ada,” kata Imperial.
Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan pertemuan terkait dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama.”
Menjelang KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5), serangkaian pertemuan tingkat menteri digelar terlebih dahulu pada Kamis (7/5), antara lain Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026