Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.
“Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan palang pintu sementara itu dapat dijaga melalui swadaya masyarakat setempat, yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
Baca juga: Kemenhub dan KAI percepat penertiban perlintasan sebidang demi keselamatan
Dalam kondisi tidak terdapat penjagaan, maka palang pintu tersebut harus dalam posisi tertutup sebagai bentuk pengamanan demi keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.
Franoto menegaskan aspek penjagaan merupakan faktor krusial dalam pengoperasian perlintasan sebidang. Kemudian, apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera itu tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan menutup perlintasan tersebut.
"Karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tegas Franoto.
Baca juga: Perjalanan kereta api dari Bandung kembali normal pasca-insiden Bekasi Timur
Pemasangan palang pintu sementara itu telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Ke depan, KAI terus berkoordinasi serta mendorong para pemangku kepentingan, baik instansi pemerintah pusat maupun daerah, untuk menentukan solusi penanganan permanen guna meningkatkan keselamatan, antara lain melalui pembangunan perlintasan tidak sebidang, seperti jalan layang ataupun underpass.
KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas, baik pada perlintasan yang terjaga maupun tidak terjaga.
Pewarta: Lia Wanadriani SantosaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026