Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir 2026 seiring dengan cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, mengatakan untuk saat ini status siaga darurat hidrometeorologi masih berlaku hingga Kamis (30/4).

Status siaga akan diperpanjang hingga Desember 2026 karena saat ini memasuki peralihan musim dari musim hujan ke panas yang diprediksi akan terjadi kemarau lebih cepat dan panjang sehingga perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah rawan kekeringan.

"Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, di mana hal tersebut merupakan perubahan cuaca di mana pada siang cerah atau panas dan saat petang hingga malam terjadi hujan," katanya.

Baca juga: BPBD Cianjur: Hasil pendataan sementara enam rumah rusak akibat longsor

Informasi dari BMKG, kata dia, setelah kemarau basah berlalu, akan terjadi musim kemarau yang lebih cepat diperkirakan mulai terjadi pertengahan tahun dan diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Dalam upaya untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama Pemkab Cianjur sudah melakukan mitigasi dan pemetaan, termasuk menambah lokasi sumur bor dan embung yang dapat dijadikan sumber air bagi warga di wilayah rawan kekeringan.

"Surat keputusan atau perpanjangan status siaga darurat bencana masih disusun Bidang Kedaruratan dan Tim BPBD Cianjur, setelah keluar akan segera disampaikan ke masing-masing kecamatan dan desa guna mengambil berbagai langkah antisipasi," katanya.

Baca juga: PMI Cianjur terjunkan relawan dengan peralatan lengkap tangani pohon tumbang

Seiring dengan cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya masih menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan di kecamatan dan desa, guna melakukan pengawasan, pelaporan, serta penanganan cepat ketika terjadi bencana.

Hal itu, termasuk saat peralihan musim, petugas dan relawan diminta membuat laporan kondisi setiap hari, sehingga saat terjadi kekeringan berbagai upaya dilakukan, termasuk mendistribusikan air bersih melibatkan Perumdam Cianjur.

"Kami berharap tidak terjadi kemarau panjang di Cianjur, namun berbagai upaya dilakukan termasuk berkoordinasi dengan dinas dan instansi lain dalam penanganan termasuk dengan Perumdam Cianjur," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026