Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan panduan pengelolaan obat di apotek desa sebagai wujud dukungan terhadap salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
"Rencananya, di seluruh Kooperasi Merah Putih yang jumlahnya 83 ribu itu juga ada sebagian akan membuka apotek desa. Demikian, kami menerbitkan panduan pengelolaan obat di apotek desa," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Menurut Taruna, langkah itu juga merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan berbasis desa, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: BPOM intensifkan patroli siber atasi peredaran obat dan makanan ilegal
Baca juga: BPJPH dan BPOM perkuat standardisasi laboratorium uji halal
Diketahui, panduan pengelolaan obat tersebut disusun untuk mendukung standar pelayanan kefarmasian di tingkat desa. Tidak hanya itu, panduan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan obat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Selain menerbitkan panduan pengelolaan obat, BPOM juga telah menyiapkan surat resmi terkait inisiatif dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih.
Berikutnya, BPOM menerbitkan regulasi terbaru, yakni Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 yang mencakup pengawasan pengelolaan apotek desa. Regulasi tersebut, menurut Taruna, menjadi landasan pengawasan yang bernilai penting, mengingat rencana pengembangan apotek desa di dalam jaringan Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan mencapai sekitar 83 ribu unit di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kepala BPOM Taruna Ikrar raih penghargaan GP Farmasi Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Taruna menyampaikan bahwa langkah-langkah dukungan terhadap apotek desa dari Kopdes Merah Putih itu ditujukan untuk memastikan bahwa pengelolaan obat di apotek desa memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi mutu, keamanan, maupun khasiat.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan obat di apotek desa memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi mutu, keamanan, maupun khasiat,” ujarnya.
Pewarta: Tri Meilani AmeliyaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026