Islamabad (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam, Kamis (16/4), mengatakan putaran kedua pembicaraan dengan AS hanya akan diadakan di Islamabad, dan mengatakan bahwa Pakistan adalah "fasilitator yang kredibel dan netral," menurut laporan media lokal.

Ketika berbicara pada acara yang diselenggarakan oleh Institut Studi Regional di Islamabad, Moghadam menyatakan kepercayaan yang kuat pada Islamabad, menurut laporan Hum News.

"Kami mempercayai Pakistan, bukan Amerika Serikat," katanya, menambahkan bahwa AS adalah negara "yang tidak dapat diandalkan."

Baca juga: Iran akan berlakukan aturan khusus pelayaran di Selat Hormuz
Baca juga: Negosiasi AS dan Iran buntu, tawaran final Washington ditolak Teheran

Pembicaraan di masa mendatang akan berlangsung di Pakistan "dan bukan di tempat lain," tegas Moghadam.

Sebelumnya, AS juga mengatakan bahwa pembicaraan yang diharapkan kemungkinan akan diadakan di Islamabad.

Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tertinggi antara AS dan Iran sejak 1979 pada akhir pekan lalu, yang, bagaimanapun, tidak menghasilkan kesimpulan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, Kamis (16/4), mengatakan bahwa AS dan Iran tetap bersedia untuk terlibat seiring berlanjutnya dialog dan mendorong agar tidak muncul spekulasi.

Baca juga: Pakistan siap terus mainkan peran memfasilitasi perundingan AS-Iran

Andrabi mengatakan program nuklir Iran termasuk di antara isu-isu yang dibahas dalam negosiasi yang sedang berlangsung, yang dia gambarkan sebagai "serius dan konstruktif."

Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, saat ini sedang mengunjungi Iran untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Iran.

Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi setelah menengahi gencatan senjata 14 hari antara Washington dan Teheran pada 8 April, pertama kalinya sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari.

Sumber: Anadolu



Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026