Depok (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Provinsi Jawa Barat mengatakan pelaksanaan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) diselaraskan dengan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) dan berbasis online.
“Jadi kami saat ini terus melakukan koordinasi dengan BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jabar untuk mekanisme SPMB. Jika tahapan dan prosesnya sudah selesai, maka aturan tersebut yang menjadi dasar kami untuk menyelaraskan sistem RSSG agar berjalan sejalan,” ujar Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Disdik Kota Depok Muhammad Yusuf, di Depok, Jumat.
Ia menjelaskan proses pematangan mekanisme ditargetkan rampung pada akhir April untuk selanjutnya pada Mei akan dilakukan sosialisasi SPMB dan RSSG dengan melibatkan sekolah negeri dan swasta di daerah setempat.
Baca juga: Pemkot Depok siapkan 49 SMP dan MTs swasta gratis pada 2026 dengan program RSSG
Baca juga: Disdik Depok sebut program RSSG solusi pemerataan akses pendidikan
“April selesai persiapan, Mei mulai sosialisasi. Untuk jumlah sekolah yang terdaftar dalam program RSSG direncanakan sebanyak 49 sekolah. Kami prediksi peminatnya meningkat dibanding tahun lalu karena sudah tersosialisasi dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan pendaftaran program RSSG direncanakan dibuka pada awal Juni 2026.
“Mudah-mudahan program RSSG tahun ini berjalan baik karena telah melalui proses yang lebih matang, terukur, dan terstruktur,” ujarnya.
Baca juga: Mewujudkan sekolah gratis SMP swasta di Kota Depok
Pemerintah Kota Depok menyiapkan 49 sekolah swasta gratis pada 2026 dengan program RSSG jenjang SMP dan madrasah sanawiah.
Rencananya pendaftaran dibuka secara daring pada Juni 2026. Saat ini Disdik Kota Depok sedang mematangkan mekanisme SPMB.
Program RSSG di Kota Depok dirancang untuk mengatasi persoalan daya tampung sekolah yang selama ini menjadi tantangan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026