Depok (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat, terus memperkuat upaya pencegahan paham radikal di lingkungan sekolah dengan menggelar Workshop Kebangsaan Pencegahan Terorisme di Lingkungan Pendidikan Kota Depok.
Kepala Disdik Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah, di Depok, Jumat, mengatakan workshop ini merupakan bagian dari penguatan karakter bangsa melalui pembentukan nilai, sikap, dan integritas peserta didik.
Ia menilai perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat pelajar semakin rentan terhadap paparan paham radikal, terutama melalui ruang digital.
“Lingkungan pendidikan menjadi salah satu target utama penyebaran paham berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pemahaman yang benar dan membangun benteng kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Baca juga: Disdik Depok: Sikap dan integritas guru jadi contoh pendidikan antikorupsi
Siti menekankan nilai-nilai Pancasila, toleransi, cinta tanah air, serta semangat persatuan harus terus ditanamkan di sekolah.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital, mengingat banyak paham ekstrem disebarkan melalui media sosial dan akun anonim. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan mampu memilah informasi, mengenali propaganda, dan menolak ajakan yang menyesatkan.
“Literasi digital menjadi salah satu kunci pencegahannya,” kata dia.
Siti mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot Depok, Disdik Jawa Barat, Densus 88, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pencegahan terorisme.
Menurutnya, workshop ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Depok sebagai kota aman dan berkarakter.
Baca juga: Disdik Depok pastikan penggunaan anggaran pendidikan transparan dan akuntabel
Baca juga: Guru BK punya peran penting bagi dalam perkembangan dan tumbuh siswa
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Depok Muhammad Yusuf menjelaskan workshop ini menyasar para guru BK dari jenjang SD hingga SMA sebagai langkah awal penguatan pemahaman.
Selama ini, kata dia, guru belum memiliki akses pelatihan yang memadai terkait isu terorisme.
“Intinya agar guru dapat mencegah dan mengenali potensi tindakan terorisme di sekolah, karena sekarang penyasarannya sudah menjangkau siswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rencana sosialisasi lanjutan ke sekolah-sekolah sedang dipertimbangkan bersama Densus 88 dan diproyeksikan mulai dilaksanakan pada 2026. Disdik Depok juga siap mendukung perluasan program agar semakin banyak satuan pendidikan yang terlibat.
“Harapan kami satu, tidak ada anak-anak kita yang terpapar ideologi terorisme. Mereka harus dibekali pengetahuan dan karakter yang baik sedini mungkin,” ujarnya.
Disdik Depok perkuat upaya pencegahan paham radikal di lingkungan sekolah
Jumat, 28 November 2025 19:07 WIB
Kepala Disdik Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah. ANTARA/Feru Lantara.
