Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat serta program Jabar Istimewa menginisiasi Program Inkubasi IKM Jawa Barat 2026 yang mengusung tema “Saatnya IKM Jabar Naik Kelas!”.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani dalam keterangannya yang diterima di Depok, Jawa Barat, Selasa menegaskan bahwa Program Inkubasi IKM Jawa Barat 2026 merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah dinamika pasar global yang semakin terdigitalisasi.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem IKM yang tangguh. Melalui Program Inkubasi IKM Jawa Barat 2026, kami menghadirkan berbagai manfaat konkret, seperti pendampingan, kurasi produk, akses pembiayaan, serta penguatan branding dan pemasaran, agar pelaku IKM dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Nining.
Baca juga: Psikolog UI: Pendidikan bukan hanya diukur prestasi akademik
Program Inkubasi IKM Jawa Barat 2026 dirancang untuk memperkuat ekosistem inovasi industri daerah. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk IKM sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.
Program ini juga menyediakan peluang pendanaan dengan total nilai mencapai Rp98 miliar. Pendanaan tersebut terdiri atas Rp60 miliar untuk Program Pendanaan Inovasi serta Rp38 miliar melalui kompetisi UI Incubate dan Program Pendanaan Inovasi (PPI) yang bertujuan membantu pelaku usaha mengembangkan produk berbasis inovasi dan memperkuat kapasitas bisnis.
Pendaftaran program dibuka sejak 26 Februari hingga 17 Maret 2026 yang saat ini diperpanjang hingga 20 Maret 2026.
Baca juga: UI angkat potensi wisata kampung batik Cibuluh Bogor Jabar Selain pendampingan bisnis, peserta berkesempatan tampil dalam West Java Investment Forum (WJIF) 2026, sebuah forum investasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan pemangku kepentingan sektor industri.
Peserta juga akan mendapatkan dukungan untuk memperoleh berbagai sertifikasi penting, seperti Sertifikasi Halal, ISO 9001:2015, HACCP, pendaftaran merek, serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Program ini terbuka bagi pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis minimal dua tahun dan memiliki laporan keuangan yang menunjukkan aktivitas usaha yang positif.
Inkubasi difokuskan pada tujuh subsektor industri prioritas, yaitu makanan dan minuman; tekstil dan pakaian jadi; kimia dan produk fungsional; furnitur dan olahan kayu; mesin dan energi terbarukan; karet dan plastik; serta alat angkutan dan komponen.
Baca juga: Mahasiswa UI raih juara pertama Duta Bahasa Jawa Barat
Sementara itu Kasubdit Inovasi Science Techno Park UI, Prasandhya Astagiri Yusuf menjelaskan bahwa program ini membuka peluang kolaborasi antara peneliti dan industri.
Melalui kolaborasi tersebut, inovasi yang dihasilkan diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus mendorong IKM Jawa Barat tumbuh lebih inovatif dan berdaya saing.
“Proposal pendanaan inovasi ini memang ditujukan untuk dosen UI yang bekerja sama dengan mitra industri. Jadi, pelaku usaha dapat berkolaborasi dengan peneliti UI untuk mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan industri,” ujarnya.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam program ini menekankan pada kebutuhan nyata dunia usaha, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan bisnis.
UI juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium yang tersedia di lingkungan kampus, khususnya untuk kebutuhan pengujian produk.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026