Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata nasional untuk terus mengikuti perkembangan teknologi guna meningkatkan kesan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Indonesia.

“Teknologi akan terus berkembang dan tren akan terus berubah, tetapi pelayanan dari hati akan selalu dibutuhkan. Keramahtamahan menjadi kunci yang membuat wisatawan mengingat Indonesia dan ingin kembali berkunjung,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menekankan bahwa SDM yang berkualitas menjadi kunci utama dalam membangun industri pariwisata yang berdaya saing.

Hal itu disampaikan Ni Luh dalam kuliah umum bertema “Smart and Sustainable Hospitality: Sinergi Teknologi Digital, Penguatan SDM, dan Transformasi Kebijakan Pariwisata Indonesia” kepada mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan, Departemen Bisnis dan Hospitality Fakultas Vokasi di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (12/3).

Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang, pelayanan yang tulus dan keramahtamahan tetap menjadi faktor utama yang membuat wisatawan merasa berkesan dan ingin kembali berkunjung.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam industri pariwisata.

Generasi muda dinilai perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melahirkan inovasi dan kreativitas yang dapat mendorong pariwisata Indonesia semakin berkualitas serta berdaya saing global.

Menurut Ni Luh, sumber daya manusia, pariwisata berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial menjadi tiga kekuatan utama dalam mewujudkan pariwisata yang kompetitif di tingkat global.

Dalam kunjungannya tersebut, Ni Luh juga meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata di Surabaya menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.

Peninjauan dimulai dari kawasan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Ia kemudian mengunjungi Taman Hiburan Pantai Kenjeran yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Surabaya.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan destinasi wisata dan layanan transportasi siap menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan selama periode libur panjang.

Dalam kesempatan itu, Ni Luh juga mengecek pos pemantauan CCTV yang memonitor sejumlah sudut kawasan THP Kenjeran serta meninjau kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk peralatan medis, ambulans, dan ketersediaan petugas kesehatan.

Ia turut berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya yang akan bertugas selama masa libur Lebaran.

Baca juga: Wamenpar imbau destinasi wisata harus bebas pungli saat libur Lebaran

Baca juga: Kemenpar pantau perkembangan konflik Timur Tengah jaga wisata RI aman

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bandara Internasional Juanda untuk memastikan kesiapan layanan transportasi udara menjelang arus mudik dan libur panjang.

Kementerian Pariwisata juga telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan libur Nyepi dan Lebaran agar wisatawan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.


 



Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026