Kupang (ANTARA) - General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F Eko Sulistyono mengatakan, listrik masuk desa terpencil di Kabupaten Sumba Tengah, bukti negara hadir hingga ke pelosok.

"Masuknya aliran listrik ke Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menyediakan layanan dasar hingga wilayah terluar, terutama di momentum Ramadhan 1447 Hijriah," katanya.

Eko mengatakan, melalui program listrik dusun, di bulan Ramadhan ini, PLN ingin memastikan masyarakat NTT, termasuk di pelosok Sumba, dapat merasakan manfaat listrik untuk menunjang ibadah, pendidikan, dan perekonomian.

Baca juga: PLN terangi 525 keluarga di pelosok Nusa Tenggara Timur

Menurut dia, program Listrik Dusun yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Barat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan akses listrik di Pulau Sumba.

Selain menyambungkan listrik, PLN juga ujar dia, telah menggelar sosialisasi mekanisme pemasangan baru listrik dan edukasi keselamatan penggunaan listrik kepada masyarakat Desa Umbu Pabal.
Kegiatan itu dihadiri kepala desa, perangkat desa, serta puluhan warga setempat.

Manager ULP Sumba Barat, Medias Kristo, mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami prosedur pemasangan baru secara benar, mulai dari pengajuan hingga penyalaan.

Baca juga: Marwan Hamami minta PLN agar seluruh pelosok Sukabumi bisa teraliri listrik
Baca juga: Waduh, 11 Persen Warga Sukabumi Belum Nikmati Listrik


“Kami juga memberikan edukasi terkait penggunaan listrik yang aman dan hemat agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Desa Umbu Pabal, Gerson Umbu Gaja, menilai penjelasan langsung dari PLN terkait penggunaan listrik membantu masyarakat memahami proses pemasangan listrik serta pentingnya aspek keselamatan.

Menurutnya dengan hadirnya listrik, warga kini dapat menjalankan ibadah sahur dan tarawih dengan lebih nyaman.

"Anak-anak juga dapat belajar pada malam hari tanpa lagi bergantung pada pelita dan lilin, sementara aktivitas ekonomi rumah tangga diharapkan semakin berkembang," ujarnya.

PLN UIW NTT menyatakan, telah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,99 persen di seluruh desa di Provinsi NTT pada 2028, dan program listrik dusun menjadi bagian penting dalam pencapaian target tersebut.

Selama periode Siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 13–28 Maret 2026, PLN juga menyiapkan 69 ribu personel dan 3.403 posko siaga guna memastikan pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah Indonesia.



Pewarta: Kornelis Kaha
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026